Rabu, 28 Oktober 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib 2027, Disdik Sumenep Siapkan Buku untuk Siswa SD

Redaksi - Wednesday, 28 October 2026 | 06:57 AM

Background
Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib 2027, Disdik Sumenep Siapkan Buku untuk Siswa SD
Ilustrasi belajar bahasa Inggris. (Istimewa/)

sasabilafm.com  – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyiapkan buku Bahasa Inggris untuk siswa kelas 1, 2, dan 3 sekolah dasar (SD). Ini dilakukan sebagai persiapan penerapan mata pelajaran wajib tersebut mulai tahun ajaran 2027/2028. 


Kepala Disdik Sumenep Moh. Iksan mengatakan, pihaknya siap menjalankan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), termasuk menjadikan Bahasa Inggris sebagai salah satu pertimbangan kenaikan kelas.


"Kami Dinas Pendidikan Sumenep, di lingkungan sekolah yang menjadi binaan kami, insya Allah siap untuk melaksanakan kebijakan menteri terkait dengan penerapan bahasa Inggris, yang menjadi pertimbangan untuk kenaikan kelas," kata Iksan, Rabu (28/10/2026). 




Untuk mendukung kebijakan tersebut, Disdik Sumenep mengupayakan distribusi buku Bahasa Inggris bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD pada 2026.


"Makanya kami, tahun ini telah mengupayakan, dalam tahun 2026 ini, kita akan lakukan distribusi buku bahasa Inggris untuk kelas satu, dua dan tiga," terangnya. 




Penyediaan buku tersebut, kata dia, merupakan bagian dari persiapan sebelum Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SD.


"Untuk persiapan menuju 2027 yang diterapkan mapel bahasa Inggris sebagai mapel wajib yang harus diberikan kepada seluruh siswa yang ada di sekolah masing-masing," jelasnya. 


Dia menegaskan, Disdik Sumenep siap mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut di sekolah-sekolah yang menjadi kewenangannya.




"Intinya seperti itu. Kami siap," ucap Iksan. 


Sebelumnya, Kemendikdasmen menjadwalkan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028.




Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan, kementeriannya akan menggelar pelatihan bagi 59.575 guru kelas SD mulai awal November 2026.


Pelatihan tersebut melibatkan 107 perguruan tinggi yang memiliki program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Para akademisi akan membekali guru dengan keterampilan mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar. Sepanjang 2026, Kemendikdasmen juga telah melatih 5.777 guru kelas di berbagai wilayah sebagai bagian dari proyek percontohan. (*)