ASN Sumenep Wajib Kenakan Baju Adat Keraton di Peringatan Hari Jadi
Redaksi - Wednesday, 29 October 2025 | 08:20 PM


salsabilafm.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus berupaya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal dan memperkuat jati diri daerah. Salah satunya dengan mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN mengenakan Baju Adat Keraton Sumenep secara lengkap, di momentu peringatan Hari Jadi Kabupaten ke-756.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pemakaian Baju Adat Keraton Sumenep. Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai wujud pelestarian budaya dan penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah Keraton Sumenep yang menjadi warisan leluhur.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, penggunaan baju adat tidak hanya menjadi simbol seremonial, namun juga sebagai bentuk penguatan identitas daerah dan apresiasi terhadap kebesaran budaya lokal.
"Pemakaian busana adat Keraton Sumenep adalah langkah konkret dalam menjaga warisan budaya, serta menanamkan rasa bangga terhadap sejarah dan tradisi yang dimiliki daerah ini," ujar Fauzi, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep setiap tahun hendaknya menjadi momentum refleksi, bukan hanya sekadar acara peringatan, melainkan juga pengingat untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya daerah.
Berdasarkan SE tersebut, ASN, Non-ASN, serta pegawai BUMD di lingkungan Pemkab Sumenep diwajibkan mengenakan baju adat Keraton Sumenep lengkap setiap tanggal 30 dan 31 Oktober, termasuk pada upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep.
Kebijakan itu juga berlaku bagi pegawai instansi vertikal, BUMN, dosen, serta tenaga pendidik di lembaga swasta. Sedangkan mahasiswa dan pelajar di wilayah Kabupaten Sumenep diimbau untuk mengenakan Batik Sumenep sebagai bentuk kecintaan terhadap produk lokal.
Namun demikian, aturan ini tidak berlaku bagi ASN dan Non-ASN yang memiliki kewajiban mengenakan seragam tugas khusus, seperti tenaga medis yang sedang melakukan tindakan operasi, serta petugas keamanan seperti Satpol PP dan Pemadam Kebakaran yang bertugas di lapangan.
Bupati menegaskan, kebijakan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat karakter ASN agar lebih berjiwa melayani dengan semangat budaya.
"Kami ingin Hari Jadi Sumenep menjadi perayaan yang bermakna, bukan hanya seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkokoh semangat membangun daerah yang maju, berbudaya, dan sejahtera," pungkasnya. (*)
Next News

Harga Daging Sapi di Pamekasan Turun Jelang Iduladha
17 hours ago

Tabrakan dengan Truk Molen, Microbus di Pamekasan Nyemplung ke Sawah
21 hours ago

Bupati Sampang: Dekopinda Mitra Strategis Pemerintah Daerah Kawal Koperasi Desa Merah Putih
20 hours ago

Kunjungi Radio Salsabila FM, Klinik Mata Sampang Tawarkan Program Edukasi Kesehatan Mata
20 hours ago

Anggota TNI AL Asal Bangkalan Tewas di KRI Radjiman, Keluarga Ungkap Sejumlah Kejanggalan
21 hours ago

Pasangan Tunawicara di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Ini Penerima Tepat Sasaran
a day ago

Perpustakaan Sampang Minim Fasilitas Disabilitas, Koleksi Braille Mulai Disediakan
a day ago

Terdampak Efisiensi, Payung Elektrik Alun-Alun Trunojoyo Sampang Beroperasi Terbatas
a day ago

Bersama Pertamina Patra Niaga, Pesanggrahan Tumbuh Menuju Kampung Berkelanjutan
18 hours ago

Data Kekeringan Belum Lengkap, BPBD Sampang Belum Bisa Pastikan Jumlah Bantuan Air
2 days ago





