Sabtu, 10 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Angin Kencang di Pamekasan, 14 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

Redaksi - Friday, 09 January 2026 | 11:07 PM

Background
Angin Kencang di Pamekasan, 14 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
Personil gabungan mengevakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan raya akibat cuaca ekstrem di Pamekasan. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  – Sebanyak 14 bangunan rumah dan toko di tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, rusak parah akibat terjangan angin kencang pada Kamis (8/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat kerusakan bangunan dan pohon tumbang tersebar di lima desa serta kelurahan.


Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, kecamatan yang terdampak meliputi Galis, Pademawu, dan wilayah Pamekasan Kota. Hal itu merupakan hasil pendataan hingga Jumat (9/1/2026) pukul 11.00 WIB.


“Data sementara, cuaca ekstrem berupa angin kencang yang merusak bangunan rumah dan menumbangkan beberapa pohon tersebar di tiga kecamatan berbeda, yakni Galis, Pademawu, dan Pamekasan (Kota),” jelas Dhofir. 


Sejumlah titik bencana dilaporkan terjadi hampir secara bersamaan di wilayah tersebut. Di Kecamatan Galis berpusat di Desa Polagan, sementara di Kecamatan Pademawu meliputi Desa Murtajih dan Sumedangan. "Untuk wilayah Pamekasan Kota, dampak angin kencang dilaporkan terjadi di Desa Jalmak dan Kelurahan Gladak Anyar," terangnya. 


Dhofir merinci, mayoritas kerusakan menyasar bagian atap rumah warga akibat kencangnya hembusan angin. “Berdasar laporan sementara, total bangunan terdampak sekitar 14 unit rumah maupun tempat usaha (toko), termasuk 3 pohon tumbang,” tukasnya.


Data tersebut mencakup 12 unit rumah di Desa Murtajih serta masing-masing satu unit rumah di Gladak Anyar dan Jalmak. Petugas saat ini masih melakukan proses asesmen mendalam untuk wilayah Desa Sumedangan guna memastikan total jumlah kerugian materiil.


Selain merusak bangunan, terjangan cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang yang mengganggu fasilitas umum. “Bencana ini mengakibatkan pohon tumbang menutupi akses jalan raya, 3 pohon tumbang lainnya menimpa rumah warga, dan 1 pohon tumbang menimpa tempat usaha warga,” beber Dhofir.


Tim reaksi cepat dilaporkan telah terjun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material pohon yang menghalangi akses mobilitas masyarakat. Beberapa pohon yang tumbang secara langsung mengenai bagian atas rumah maupun tempat usaha milik masyarakat setempat.


Dhofir mengimbau seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat puncak musim penghujan masih berlangsung di wilayah Madura. Upaya antisipasi mandiri dinilai sangat penting untuk meminimalkan dampak risiko kerugian akibat bencana alam.


“Oleh karena itu kami selalu mengingatkan, sekaligus meminta masyarakat agar selalu waspada terhadap beragam bencana alam khususnya pada musim penghujan seperti saat ini,” pungkasnya. (*)