Angin Kencang di Pamekasan, 14 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
Redaksi - Friday, 09 January 2026 | 11:07 PM


salsabilafm.com – Sebanyak 14 bangunan rumah dan toko di tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, rusak parah akibat terjangan angin kencang pada Kamis (8/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat kerusakan bangunan dan pohon tumbang tersebar di lima desa serta kelurahan.
Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, kecamatan yang terdampak meliputi Galis, Pademawu, dan wilayah Pamekasan Kota. Hal itu merupakan hasil pendataan hingga Jumat (9/1/2026) pukul 11.00 WIB.
"Data sementara, cuaca ekstrem berupa angin kencang yang merusak bangunan rumah dan menumbangkan beberapa pohon tersebar di tiga kecamatan berbeda, yakni Galis, Pademawu, dan Pamekasan (Kota)," jelas Dhofir.
Sejumlah titik bencana dilaporkan terjadi hampir secara bersamaan di wilayah tersebut. Di Kecamatan Galis berpusat di Desa Polagan, sementara di Kecamatan Pademawu meliputi Desa Murtajih dan Sumedangan. "Untuk wilayah Pamekasan Kota, dampak angin kencang dilaporkan terjadi di Desa Jalmak dan Kelurahan Gladak Anyar," terangnya.
Dhofir merinci, mayoritas kerusakan menyasar bagian atap rumah warga akibat kencangnya hembusan angin. "Berdasar laporan sementara, total bangunan terdampak sekitar 14 unit rumah maupun tempat usaha (toko), termasuk 3 pohon tumbang," tukasnya.
Data tersebut mencakup 12 unit rumah di Desa Murtajih serta masing-masing satu unit rumah di Gladak Anyar dan Jalmak. Petugas saat ini masih melakukan proses asesmen mendalam untuk wilayah Desa Sumedangan guna memastikan total jumlah kerugian materiil.
Selain merusak bangunan, terjangan cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang yang mengganggu fasilitas umum. "Bencana ini mengakibatkan pohon tumbang menutupi akses jalan raya, 3 pohon tumbang lainnya menimpa rumah warga, dan 1 pohon tumbang menimpa tempat usaha warga," beber Dhofir.
Tim reaksi cepat dilaporkan telah terjun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material pohon yang menghalangi akses mobilitas masyarakat. Beberapa pohon yang tumbang secara langsung mengenai bagian atas rumah maupun tempat usaha milik masyarakat setempat.
Dhofir mengimbau seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat puncak musim penghujan masih berlangsung di wilayah Madura. Upaya antisipasi mandiri dinilai sangat penting untuk meminimalkan dampak risiko kerugian akibat bencana alam.
"Oleh karena itu kami selalu mengingatkan, sekaligus meminta masyarakat agar selalu waspada terhadap beragam bencana alam khususnya pada musim penghujan seperti saat ini," pungkasnya. (*)
Next News

Hanya Dihadiri 16 Anggota, Paripurna DPRD Sampang Kembali Ditunda
19 hours ago

Gara-gara Minta Uang, Pria di Sampang Diduga Pukul Ibu hingga Bakar Rumah
a day ago

Nahas! Pickup Tabrak Fuso Saat Diduga Menyalip, Tangan Pengemudi di Sampang Putus
a day ago

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bangkalan
a day ago

Dapur Rumah Warga Kowel Terbakar, Api Merembet hingga Separuh Bangunan Rumah
2 days ago

Demo Kejari Sampang, Massa Desak Kasus BLUD RSMZ Segera Dituntaskan
2 days ago

Kecelakaan Dua Motor di Omben Sampang, Satu Pengendara Meninggal Dunia
3 days ago

Wagub Emil Tegaskan Tak Ada Keracunan MBG
3 days ago

500 Santri Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Sebut 31 SPPG Tak Berizin
3 days ago

Update Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo: 500 Pasien Ditangani di 8 Rumah Sakit
3 days ago



