Jejak GPS Bongkar Aksi Maling Mobil, Kendaraan Curian dari Sidoarjo Ditemukan di Madura
Syabilur Rosyad - Thursday, 08 January 2026 | 11:37 PM


salsabilafm.com - Pelacakan melalui Global Positioning System (GPS) berhasil mengungkap aksi pencurian mobil pickup Daihatsu Grandmax yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Berbekal jejak GPS itu, jajaran Polsek Banyuates, Polres Sampang, berhasil mengamankan dua terduga pelaku beserta kendaraan hasil curian yang ditemukan di wilayah Madura.
Pengungkapan kasus ini berlangsung pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 12.20 WIB di Jalan Raya Desa Montor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo menjelaskan, pengungkapan berawal dari laporan pencurian mobil pickup Grandmax di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Posisi kendaraan yang dilengkapi GPS kemudian terpantau berada di wilayah hukum Polsek Banyuates.
“Sekitar pukul 12.00 WIB, Kanit Reskrim Polsek Banyuates Aiptu Heri dihubungi oleh KBO Reskrim Polres Sampang terkait pencurian mobil pickup Grandmax di Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan pelacakan GPS, kendaraan diketahui berada di wilayah Kecamatan Banyuates,” ujar dia.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Banyuates bersama Kanit Reskrim, KSPK, serta anggota langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Setibanya di Jalan Raya Desa Montor, petugas mendapati satu unit mobil pickup Daihatsu Grandmax terparkir di pinggir jalan dengan dua orang yang dicurigai berada di sekitar kendaraan tersebut.
Petugas kemudian mengamankan kedua terduga pelaku beserta barang bukti berupa satu unit mobil pickup Daihatsu Grandmax dan satu buah kunci T yang diduga digunakan untuk melakukan pencurian.
Dua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial Moh. HR (25), seorang tukang ojek asal Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, dan JR (34), warga Dusun Tretah, Desa Tolang, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
“Para terduga pelaku diamankan di Polsek Banyuates dan selanjutnya akan diserahkan ke Polres Sidoarjo karena TKP pencurian berada di wilayah tersebut,” pungkas Eko. (Syad)
Next News

Usulan Baju Adat Sampang Jadi WBTB Nasional Ditolak Pusat
9 hours ago

Bukan Sekadar Mengajar, Guru di Sampang Dituntut Ciptakan 'Joyful Learning' di Era Digital
9 hours ago

Alokasi Anggaran MBG pada Tahun 2026 Capai Rp335 Triliun
9 hours ago

Geger! Sumur Bor di Bangkalan Keluarkan Minyak Mentah
11 hours ago

Pemkab Sumenep Targetkan 1,9 Juta Kunjungan Wisata Tahun 2026
a day ago

Pemkab Sampang Pasang 157 Titik PJU di JLS, Tekan Angka Kriminalitas dan Laka Lantas
14 hours ago

2 ASN di Pamekasan Diberhentikan, Bolos Kerja Lebih 28 Hari
a day ago

Hujan Disertai Angin Kencang, 4 Rumah di Bangkalan Rusak
a day ago

PDIP Sampang Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Kemunduran Demokrasi dan Cederai Hak Rakyat
a day ago

Video Dugaan Pesta Miras di Puskesmas Kedungdung Beredar, Kepala Puskesmas: Kami Belum Tahu
a day ago




