Anggaran DBHCHT Merosot, Kuota Pelatihan Kerja di Sampang Dipangkas 50 Persen
Ach. Mukrim - Saturday, 28 February 2026 | 06:15 AM


salsabilafm.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mencatat penurunan drastis pada alokasi program pelatihan kerja berbasis kompetensi tahun anggaran 2026. Hal ini menyusul merosotnya alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima instansi tersebut.
Kepala Bidang Pelatihan dan Hubungan Industrial Disnaker Sampang, Ervien Budi Jatmiko, menyebut anggaran tahun ini terjun bebas ke angka Rp900 juta. Angka tersebut berbanding terbalik dengan tahun 2025 yang mencapai Rp3,7 miliar.
"Tahun 2026 ini jenis pelatihannya menurun menjadi 11 jenis dari 24 pada tahun lalu. Penurunannya mencapai 50 persen lebih," sebutnya, Selasa (28/2/2026).
Menurutnya, defisit anggaran ini berdampak langsung pada daya tampung program. Pihaknya mencatat jumlah peserta tahun ini dipangkas secara signifikan demi menyesuaikan ketersediaan dana.
"Tahun 2025 ada 620 peserta dengan 24 jenis pelatihan sedangkan di tahun 2026 ada 176 peserta dengan 11 jenis pelatihan," ucapnya.
Dia mengungkapkan, meski kuota menurun, pihaknya memastikan frekuensi pelaksanaan tetap dilakukan dalam tiga tahap sepanjang tahun guna menjaga kontinuitas program serapan tenaga kerja.
Saat ini, pelatihan tahap satu yang dimulai sejak akhir Januari telah memasuki minggu ketiga. Empat paket kelas tengah berjalan serentak, meliputi kelas menjahit, desain grafis, servis sepeda motor, dan pembuatan roti.
Masing-masing kelas diisi oleh 16 peserta.
Khusus untuk kelas pembuatan roti, durasi pelatihan lebih singkat yakni 15 hari dan telah dinyatakan selesai lebih awal. Sementara kelas lainnya berlangsung selama 30 hari.
"Untuk tahap kedua, kemungkinan akan ada jeda dan baru dilaksanakan setelah Idulfitri (Lebaran)," tuturnya.
Asisten Instruktur Pelatihan Servis Sepeda Motor, Mulyadi, menjelaskan, kurikulum pelatihan tetap dijaga ketat meski anggaran menyusut. Peserta diwajibkan menguasai sedikitnya 17 komponen mesin, termasuk sistem pengecekan saluran udara.
"Indikator kemampuan dilihat dari keahlian mengoperasikan mesin secara bertahap. Setelah pelatihan selesai, mereka akan menghadapi Ujian Kompetensi (UJK) yang diuji langsung oleh asesor," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Omzet Penjual Bendera di Sampang Turun, Warga Lebih Memilih Beli Online
14 hours ago

Target Selesai Juni, Proyek Gedung Poltera Senilai Rp59 Miliar Baru Capai 85 Persen
14 hours ago

Peserta Lomba Gerak Jalan di Sampang Dibatasi untuk Pelajar, Kategori Umum Ditiadakan
14 hours ago

Koalisi Jurnalis dan Masyarakat Sipil Surabaya Kecam Pelabelan 'Londo Ireng' oleh Presiden Prabowo Subianto
16 hours ago

SPPG dan KDKMP di Sampang Belum Urus PBG, Dinas PUPR: Kami Sudah Surati Mereka
18 hours ago

PAD PBG Sampang Capai 83 Persen, Dinas PUPR Optimis Tembus Rp1 Miliar
18 hours ago

BPBD Sampang Selidiki Suara Gemuruh Air Misterius di Area Persawahan Warga
18 hours ago

BMKG Imbau Nelayan dan Operator Kapal Waspadai Angin Kencang di Perairan Sumenep
18 hours ago

Korban Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak
19 hours ago

4 Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan Meninggal Dunia, 218 Orang Selamat
19 hours ago





