6 Kabupaten di Jatim Tetapkan Status Darurat Kekeringan
Redaksi - Tuesday, 19 May 2026 | 07:29 AM


salsabilafm.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengatakan saat ini sudah ada enam kabupaten di Jatim yang menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Beberapa di antaranya bahkan sudah mengalami krisis air bersih. Enam daerah yang resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan itu meliputi Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Lamongan, Lumajang, dan Blitar.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengonfirmasi penanganan darurat di lapangan sudah mulai bergulir. Salah satunya melalui penyaluran bantuan air ke wilayah yang mulai mengering.
"Dari enam daerah tersebut, penanganan darurat berupa distribusi air bersih sudah dilakukan di Kabupaten Bondowoso," kata Gatot, Senin (18/5/2026).
Gatot mengatakan, di Bondowoso, krisis air bersih dilaporkan telah melanda Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo.
Bantuan droping air difokuskan pada tiga wilayah yang mengalami dampak paling parah, yaitu Dusun Banteng Lor, Dusun Sumber Waru, dan Dusun Banteng Duk Beto.
Berdasarkan data BPBD, total warga terdampak di tiga dusun tersebut mencapai 140 kepala keluarga (KK). Untuk menyiasati kelangkaan, armada tangki air langsung dikerahkan ke lokasi.
"Droping air bersih dilakukan sebanyak 10.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 140 kepala keluarga," ujar Gatot.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Jawa Timur tahun ini diprediksi jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.
Periode kering ini dilaporkan sudah dimulai sejak April lalu dan diproyeksikan baru akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
Mengantisipasi dampak yang semakin meluas, Pemprov Jatim melalui BPBD kini memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan dan terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah setempat.
Gatot pun mewanti-wanti seluruh jajaran di daerah untuk tidak lengah dan bergerak cepat dalam memitigasi risiko bencana kekeringan ini.
"BPBD juga meminta daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat langkah penanganan apabila wilayah terdampak kekeringan terus bertambah," pungkas Gatot.(*)
Next News

Berjalan Kaki dari Bali, 57 Biksu Doa Bersama di Makam Gus Dur.
11 hours ago

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lahan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI AD di Sampang
13 hours ago

5 WNI Ditangkap Militer Israel, Kemlu Upayakan Kepulangan ke Tanah Air
13 hours ago

Krisis Air Bersih, Bondowoso Minta Bantuan Pemprov Jatim
13 hours ago

Gunung Semeru Erupsi 3 Kali, Radius Letusan Sampai 1 Kilometer
13 hours ago

BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang
13 hours ago

Antisipasi Kelangkaan LPG 3 Kg Saat Iduladha, Pemkab Sampang Minta Tambahan Kuota 500 Persen
13 hours ago

Soroti CSR dan Rekrutmen Pekerja PT Garam, Warga Camplong Datangi DPRD Sampang
13 hours ago

2 Pelaku Penganiayaan Guru Tugas di Sampang Dituntut 5 Tahun Penjara
a day ago

Warga Desa di Sampang Dilatih Ketangguhan Hadapi Bencana
a day ago





