4 Koperasi Merah Putih di Sumenep Belum Beroperasi
Redaksi - Tuesday, 30 June 2026 | 11:06 AM


salsabilafm.com - Lebih dari sebulan setelah diresmikan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, empat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga kini belum menjalankan aktivitas operasional maupun unit usaha.
Dilansir dari Kompas, empat KDMP yang berada di Kecamatan Ambunten, Saronggi, Pragaan, dan Ganding itu masih tertutup. Belum terlihat adanya aktivitas pelayanan kepada masyarakat maupun transaksi jual beli.
Seorang pengurus KDMP berinisial IM mengatakan, hingga kini belum ada koperasi Merah Putih di Sumenep yang mulai beroperasi.
"Setahu saya belum ada (beroperasi). Di lapangan, termasuk di grup internal pengurus KDMP, belum ada yang mulai buka," katanya, Senin (29/6/2026).
Menurut dia, tahapan administrasi sebenarnya telah diselesaikan. Namun, aktivitas usaha koperasi belum dimulai sehingga masyarakat belum dapat memanfaatkan layanan yang disiapkan.
"Belum, belum ada yang mulai jual beli. Jadi memang belum ada aktivitas operasional," ujarnya.
Pengurus KDMP lainnya, FH, menduga belum beroperasinya koperasi karena masih menunggu proses penyiapan sumber daya manusia (SDM). Terutama manajer koperasi yang saat ini masih mengikuti pelatihan.
"Bisa jadi karena manajer koperasi masih ikut pelatihan. Kemungkinan setelah pelatihan selesai baru mulai dibuka," ungkap FH.
Dia mengaku belum mengetahui apakah manajer yang akan bertugas di koperasinya berasal dari warga setempat atau didatangkan dari luar daerah.
"Mungkin manajernya tidak dari Sumenep. Mungkin ada juga dari luar daerah, masih menunggu seluruh proses pelatihan selesai," katanya.
Akibat belum beroperasinya empat KDMP tersebut, masyarakat di sekitar lokasi hingga kini belum dapat mengakses layanan maupun kegiatan ekonomi yang dirancang melalui program Koperasi Merah Putih.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak pada 16 Mei 2026.
Peresmian dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Meski telah diresmikan secara nasional, sedikitnya empat KDMP yang menjadi lokasi peresmian tersebut masih belum menjalankan aktivitas usaha hingga akhir Juni 2026. (*)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
a day ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
a day ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
a day ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
a day ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
a day ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
a day ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
20 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
20 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
20 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
2 days ago





