15 Sapi di Sampang Mati Terjangkit PMK, Disperta-KP: Kami Sebatas Mendata
Ach. Mukrim - Wednesday, 22 January 2025 | 06:16 PM


salsabilafm.com – Terhitung sejak Desember 2024 hingga Januari 2025, sebanyak 15 ekor sapi milik warga Sampang dilaporkan mati. Kematian hewan ternak itu diduga akibat terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kendati demikian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang sebatas mendata. Belum ada solusi untuk meringankan beban para peternak yang sudah kehilangan hewan ternaknya tersebut.
"Sampai saat ini sudah ada 15 ekor sapi yang mati karena PMK ini. Kami hanya sebatas mendata sebagai laporan ke pemprov dan pusat," ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperta KP Sampang Arif Rahman, Rabu (22/1/2025).
Dia mengungkapkan, sebagai upaya pencegahan meluasnya PMK, Disperta KP Sampang sudah melakukan posyandu ternak dan vaksinasi serta pengobatan sapi sakit.
"Kalau untuk bantuan terhadap peternakan yang sapinya mati akibat PMK ini belum ada, hanya sebatas didata saja," imbuh Arif.
Menurut Arif, jumlah kasus PMK di Sampang yang terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Camplong, dengan jumlah kasus 164 yang dinyatakan sakit, dua mati, dan 58 sembuh.
Kecamatan Sokobanah juga memiliki angka suspek PMK cukup tinggi, 125 ekor sakit dan 67 dinyatakan sembuh tanpa kasus kematian. Setelah itu di Kecamatan Tambelangan, terdapat 118 kasus sakit, lima ekor mati, dua ekor dipotong paksa, dan hanya 67 yang dinyatakan sembuh.
"Kasus PMK ini sudah tersebar di 14 kecamatan. Per hari ini (21/1/2025) total kasus PMK pada sapi ini sebanyak 819 kasus dinyatakan sakit, 15 mati, lima dipotong paksa, dan baru 341 yang sembuh," ungkapnya.
Berdasarkan data Disperta KP Sampang, populasi hewan ternak sapi di Sampang sebanyak 145.389 ekor, kambing 63.270 ekor, dan domba 3.268 ekor. (Mukrim)
Next News

Aliansi Mahasiswa Sampang Datangi Kantor Kemenag, Klarifikasi Dugaan Pungli Perpanjangan Izin Madrasah
13 hours ago

Angin Kencang, Deretan Tenda Penjual Takjil di Alun-alun Bangkalan Roboh
13 hours ago

Warung Makan di Pamekasan Dilarang Buka Sebelum Jam 2 Siang, Muhammadiyah: Kami Setuju
14 hours ago

Pohon Tumbang di Pamekasan, Akses Jalan Nasional Sempat Ditutup
14 hours ago

Jam Kerja ASN Sampang Berkurang Selama Ramadan, Berikut Ketentuannya
14 hours ago

Jadwal Layanan Rawat Jalan di RSUD dr. Mohammad Zyn Berubah Selama Ramadan, Ini Rincianya
14 hours ago

PSB Ancam Laporkan Disdik Sampang ke Polda-Kejati Soal Dugaan PKBM Fiktif
14 hours ago

Tepis Stigma Pesantren Ketinggalan Zaman, Nurul Huda: Kualitasnya Setara Sekolah Unggulan
a day ago

Puluhan Warga Sampang Laporkan Dugaan Investasi Bodong, Kerugian Ditaksir Rp23 Miliar
a day ago

Bapanas RI dan Satgas Pangan Polres Sampang Cek Stok Beras Bulog dan Minyak Kita
a day ago




