Puluhan Warga Sampang Laporkan Dugaan Investasi Bodong, Kerugian Ditaksir Rp23 Miliar
Syabilur Rosyad - Wednesday, 18 February 2026 | 11:30 AM


salsabilafm.com – Puluhan warga Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, mendatangi Polres Sampang, Rabu (18/2/2026). Mereka melaporkan dugaan investasi bodong dengan kerugian ditaksir mencapai Rp23 miliar.
Kuasa hukum korban, Moh. Soleh alias
Cak Soleh, mengungkapkan, kasus ini bermula pada akhir tahun 2024. Saat itu, warga ditawari investasi usaha skincare oleh tetangganya sendiri bernama Rohmah yang mengatasnamakan adiknya, Qomariyeh.
"Rohmah ini menawarkan kepada warga untuk berinvestasi usaha skincare milik adiknya dengan janji bagi hasil persenan yang berbeda-beda, dan jumlah uang investasi yang berbeda-beda," katanya kepada awak media
Menurutnya, karena tergiur dengan tawaran keuntungan yang cukup besar, warga kemudian berbondong-bondong menyerahkan uang investasi. Bahkan, sebagian warga rela menguras tabungan, menjual emas hingga menggadaikan barang berharga miliknya.
Namun, seiring berjalannya waktu, janji keuntungan yang disampaikan tak kunjung terealisasi. Kecurigaan warga mulai muncul ketika pembagian hasil tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
"Setelah warga sudah berinvestasi, hal yang dijanjikan tak kunjung ada, pelaku hanya memberi hasil kepada beberapa orang saja namun tetap tidak sesuai perjanjian," ungkapnya.
Upaya mediasi pun sempat dilakukan oleh para korban kepada kedua terlapor. Akan tetapi, mediasi tersebut tidak membuahkan hasil.
"Sempat beberapa kali mediasi, tapi malah ditantang oleh pelaku untuk melapor ke APH, jadi kami disini untuk melaporkan hal itu," ujarnya.
Cak Soleh juga menyebut jumlah korban dalam kasus ini diperkirakan lebih dari 120 orang. Namun, yang hadir secara langsung untuk membuat laporan sebanyak 30 orang sebagai perwakilan.
"Setidaknya ada lebih dari 120 orang, tapi diwakili oleh 30 orang yang datang kesini secara langsung," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya menyatakan laporan sudah diterima dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan.
"Laporan benar tadi siang, sekarang masih sedang berjalan laporannya. Kami mohon waktu untuk memberikan penjelasan lebih," terangnya. (Syad)
Next News

Tepis Stigma Pesantren Ketinggalan Zaman, Nurul Huda: Kualitasnya Setara Sekolah Unggulan
7 hours ago

Bapanas RI dan Satgas Pangan Polres Sampang Cek Stok Beras Bulog dan Minyak Kita
8 hours ago

Pemkab Sumenep Bolehkan Pedagang Berjualan Siang Hari Selama Ramadan
10 hours ago

H-1 Ramadan, Warga Pulau Mandangin Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir
10 hours ago

Disdik Sampang Lobi Pusat, Minta Dana BOS Bisa Dipakai Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
10 hours ago

Terekam CCTV, Pria di Bangkalan Bobol Toko untuk Curi Rokok
10 hours ago

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
a day ago

Hilal Tak Terlihat di Sampang, Ketua PCNU: Tunggu Keputusan Sidang Isbat dan PBNU
a day ago

Gegara Main Petasan Kalengan, 2 Warga Sampang Alami Luka Bakar
a day ago

Ikuti Ponpes Al Karawi, Warga Desa di Sumenep Mulai Puasa Ramadan Hari Ini
2 days ago





