1.548 Kasus Campak Ditemukan di Sumenep, 4 Balita Meninggal Dunia
Syabilur Rosyad - Tuesday, 19 August 2025 | 08:39 AM


salsabilafm.com – Jumlah penderita campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus meningkat hingga mencapai ribuan kasus dalam delapan bulan terakhir. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep mencatat sejak Januari hingga minggu pertama Agustus 2025, terdapat 1.548 kasus campak yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan, data tersebut diperoleh dari 30 puskesmas serta empat rumah sakit rujukan di daerah tersebut.
"Jadi jumlah kasus sampai minggu pertama bulan Agustus itu 1.548 sesuai SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons)," kata Syamsuri, Senin (18/8/2025).
Dari ribuan kasus itu, empat di antaranya meninggal dunia. Seluruh korban merupakan anak-anak berusia 1–4 tahun yang tidak pernah menerima imunisasi. Kondisi ini membuat penyebaran campak di Sumenep dinilai cepat dan merata, mengingat virus ini sangat mudah menular baik melalui kontak langsung maupun perantara benda yang digunakan bersama.
"Campak ini memang penyebarannya cepat. Bisa melalui kontak langsung, bahkan bisa juga dengan cara mengenakan pakaian bergantian, kemudian pemakaian handuk dan sabun bergantian dari satu anak ke anak lain juga bisa menular," terang Syamsuri.
Untuk menekan laju penyebaran, Dinkes P2KB Sumenep gencar menjalankan program imunisasi. Masyarakat pun diimbau segera membawa anak-anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi.
"Untuk masyarakat yang putera-puterinya belum terimunisasi, silakan segera imunisasi ke faskes terdekat, baik puskesmas maupun posyandu," ujarnya.
Pemerintah setempat juga melibatkan kader posyandu serta penggerak PKK di tiap desa guna memperluas sosialisasi pentingnya imunisasi campak. "Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi dan mencegah bertambahnya korban meninggal dunia," pungkasnya. (*)
Next News

Kemenag Akan Berantas Kekerasan di Lingkungan Pesantren
5 hours ago

Kemendikdasmen Dapat Tambahan Rp28 Triliun, PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu
5 hours ago

Rumah Sakit Daerah di Jatim Diminta Siaga Hadapi Kenaikan Influenza A dan ISPA
5 hours ago

Kecelakaan Beruntun di Blega Bangkalan, 1 Pemotor Meninggal
5 hours ago

3 PMI Nonprosedural Asal Bangkalan Dideportasi Usai Ditahan di Malaysia
a day ago

Bupati Bangkalan Tinjau Sumber Mata Air Desa Mandung
a day ago

KPM Mengaku Tak Pernah Pegang KKS, Penyaluran Bansos PKH di Sampang Dikeluhkan Warga
a day ago

NIK Didorong Jadi Identitas Tunggal untuk Berbagai Layanan Publik
a day ago

Prabowo Mau Olah Batu Bara Rendah Kalori Jadi BBM
a day ago

Nusron Emosional Saat Ditanya Evaluasi Kasus HGB Summarecon
19 hours ago


