SP Buat Program Suara Perempuan Waktunya Perempuan Berbicara
SalsabilaNews - Monday, 07 March 2022 | 01:26 PM



Sekolah Perempuan (SP) Perdamaian Bintang 9 Sampang memperingati Hari Lahir ke-4, Minggu (6/3/2022) kemarin. Kegiatan tersebut dipusatkan di Cafe Al Barokah, Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Sekar Sampang.
Pengelola Sekolah Perempuan Perdamaian Bintang 9 Sampang, Aminatur Rizqiyah mengungkapkan, selama perjalanan 4 tahun sekolah perempuan, ada banyak hal yang telah dilalui, baik bersama kelas ibu-ibu maupun kelas anak muda.
"Banyak yang telah kami lalui, mulai dari canda tawa di waktu pertemuan yang menjadi semangat baru, kerinduan mendalam ketika tidak bertemu di masa pandemi, karena selama pandemi kami tidak mengadakan pertemuan rutin, dan lainnya," ucapnya, Senin (7/3) pagi.
Di momentum spesial bagi Sekolah Perempuan ini, Aminatur Rizqiyah memiliki harapan besar, sistem kekeluargaan yang sudah dibangun bersama para anggota, terus tetap harmonis sehingga bisa menebarkan keharmonisan di tempat-tempat lain.
Kemudian, ia juga ingin mewujudkan mimpi dan harapan para anggota SP, agar lebih banyak lagi perempuan-perempuan yang berkarya, mandiri dan memiliki kebebasan akan dirinya tanpa merugikan dirinya dan orang lain.
"Semoga gerakan yang ditorehkan oleh SP bisa menjadi energi bagi para perempuan lainnya, sehingga banyak lagi para perempuan yang termotivasi untuk bahagia tanpa menjadi korban lagi," ucapnya.
Rizqy, sapa akrabnya, membocorkan salah satu program yang akan dilakukan SP sepanjang tahun 2022 ini, yakni Talkshow dan podcast di dunia udara dengan nama program suara perempuan_waktunya perempuan berbicara.
"InsyaAllah bulan depan akan on air di radio Salsabila 94,1 FM. dan live streming Youtobenya SP mengenai keperempuan, dan program ini, salah satu ikhtiyar sebagai pra edukasi yang ramah dan peduli perempuan," jelasnya.
Lantas ia berharap, semoga sekolah perempuan terus dan tetap bersemangat dalam mewujudkan mimpi dan sebuah harapan agar tidak ada lagi korban kekerasan bagi perempuan, baik karena status gender atau karena status sosial.
"Hal itu dapat diwujudkan dengan menumbuhkan kepedulian dan kepekaan antar sesama," tutupnya. (Romi)
Next News

Mengenal Hormon: Si Kurir Kimia yang Mengatur Mood, Stres, hingga Urusan Cinta
2 days ago

Kenapa Kita Masih Butuh Festival Budaya di Era FYP dan Media Sosial?
3 days ago

Pentingnya Festival Budaya di Era Digital dan Media Sosial
3 days ago

Gen Z dan Tradisi Daerah: Kolot atau Justru Keren?
3 days ago

Thrifting, Mix and Match, dan Capsule Wardrobe: Strategi Fashion Hemat
3 days ago

Dari Pasar Senen ke Instagram: Evolusi Tren Thrifting di Indonesia
3 days ago

Psikologi di Balik Hobi Koleksi: Kenapa Kita Suka Mengumpulkan Barang yang Tak Masuk Akal?
3 days ago

Seni Menjaga Hati dan Dompet Saat Jatuh Cinta di Era Modern
5 days ago

Tips Memilih Kurma Terbaik Saat Jadi Tren di Bulan Ramadan
5 days ago

Kenapa Badan Terasa Lowbat Setiap Hari? Ini Penjelasannya
6 days ago





