Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran, Pakar IT Ingatkan Modus Pesan WhatsApp dan SMS
Redaksi - Sunday, 08 March 2026 | 08:01 AM


salsabilafm.com – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kian beragam, terutama melalui pesan mencurigakan yang dikirim lewat aplikasi seperti WhatsApp dan SMS menjelang Lebaran Idulfitri 2026.
Pakar Informasi Teknologi (IT) dari Sistem Teknologi Informasi (Sistekin) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, mengingatkan, pelaku penipuan biasanya mengirim pesan yang memancing kepanikan penerima. Modus tersebut kerap dilakukan dengan mengaku sebagai teman, keluarga, atau pihak tertentu yang sedang berada dalam kondisi darurat.
Dalam situasi tersebut, korban biasanya diminta untuk mengklik tautan tertentu atau mengunduh file yang sebenarnya berbahaya.
"Modus penipuan lewat nomor HP, baik via WhatsApp maupun SMS, sekarang makin kreatif dan sering kali menekan psikologis kita," kata Supangat yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Untag Surabaya, Minggu (8/3/2026).
Supangat mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menanggapi pesan dari nomor yang tidak dikenal, terutama jika pesan tersebut berisi tautan atau file dengan format tertentu.
Dia menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah tidak langsung membuka tautan atau mengunduh file yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal. Pasalnya, file dengan format .apk kerap dimanfaatkan pelaku untuk menyisipkan aplikasi berbahaya ke perangkat korban.
Langkah kedua, masyarakat disarankan memeriksa identitas nomor pengirim melalui aplikasi pengecek nomor seperti GetContact atau Truecaller untuk memastikan pemilik nomor tersebut.
"Jika banyak yang menandai sebagai 'penipu', sebaiknya segera diblokir," tegasnya.
Selanjutnya, Supangat menekankan pentingnya melakukan verifikasi langsung. Jika ada pesan yang mengaku dari teman atau keluarga dalam keadaan darurat, sebaiknya penerima pesan mematikan telepon terlebih dahulu, lalu menghubungi nomor asli mereka atau orang terdekat lainnya.
Terakhir, dia mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi. Menurutnya, pihak resmi seperti bank maupun marketplace tidak pernah meminta kode OTP, PIN, ataupun password melalui pesan singkat.
Dengan berbagai langkah tersebut, Supangat berharap masyarakat dapat lebih memahami dan berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital, terutama menjelang Idulfitri 2026. (*)
Next News

Razia Warkop Saat Ramadan, Polisi Sita 132 Botol di Bangkalan
a day ago

Mudik Gratis, Pemkab Layani Rute Surabaya–Bangkalan
2 days ago

Alumni SMP Negeri 5 Sampang Bagikan 500 Paket Takjil Ramadan
2 days ago

Tuntut Uang Dikembalikan, Puluhan Korban Penipuan Bertahan di Kantor Pegadaian Pamekasan hingga Malam
2 days ago

Mudik Gratis Tidak Dianggarkan, Warga Sampang Disarankan Ikut Program Pemprov Jatim
2 days ago

THR 10 Ribu ASN di Sampang Belum Dapat Dicairkan, Ini Sebabnya
2 days ago

Bayi Perempuan Ditemukan Meninggal dalam Kardus, Ada Pesan "Tolong Kuburkan dengan Layak"
3 days ago

Krisis Timur Tengah, Pertamina Jamin Distribusi BBM Jatimbalinus Tetap Lancar Jelang Lebaran
3 days ago

Dicoret dari Daftar Penerima Insentif, Puluhan Guru Ngaji Datangi DPRD Sampang
3 days ago

Prabowo Siap Mundur dari BoP Jika Tak Bisa Perjuangkan Palestina
3 days ago




