Viral Pasien Kritis Dirujuk Pakai Perahu Kecil, DPRD Sampang: Layanan Emergency Tidak Boleh Diefisiensi
Ach. Mukrim - Sunday, 06 July 2025 | 06:58 PM


salsabilafm.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menyoroti buruknya sistem rujukan layanan kesehatan darurat Puskesmas pulau Mandangin. Hal ini imbas dari pasien lansia yang dirujuk ke RS di Sampang menggunakan perahu kecil di tengah laut lepas.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud menegaskan, pelayanan kesehatan bersifat darurat tidak boleh menjadi objek efisiensi anggaran. Dia menyebut peristiwa tersebut sebagai potret buram sistem rujukan kesehatan di wilayah kepulauan.
"Kami sudah menekankan berulang kali bahwa layanan yang sifatnya emergency tidak boleh diefisiensi. Kalau mau efisiensi, silakan pada program-program lain, tapi bukan pada nyawa masyarakat," ujar Mahfud, Minggu (6/7/2025).
Dia mengungkapkan, Komisi IV DPRD Sampang akan segera memanggil Dinas Kesehatan dan pihak terkait guna mengevaluasi sistem fast response, infrastruktur penunjang, serta pengelolaan kapal ambulans yang selama ini dinilai tidak optimal.
"Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Ini soal sistem yang harus dibenahi dari hulu sampai hilir, termasuk ketersediaan anggaran operasional dan pengawasan terhadap pemanfaatan kapal ambulans," tegasnya.
Mahfud juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang untuk menjadikannya sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan kesehatan, terutama bagi wilayah kepulauan.
"Peristiwa ini menambah panjang daftar persoalan layanan kesehatan di daerah terpencil yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian serius. Kami berharap pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap kenyataan pahit yang kerap dialami warga Pulau Mandangin, terutama saat membutuhkan pertolongan medis darurat," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025, sekitar pukul 03.30 WIB. Seorang pasien lanjut usia berinisial M (61) dalam kondisi kritis dirujuk dari Pulau Mandangin menuju ke rumah sakit di Sampang kota dengan menggunakan perahu kecil milik nelayan.
Tubuh pasien tampak terbaring lemah dengan selang infus dan oksigen masih menempel, sementara perahu terombang-ambing di tengah gelombang laut yang tinggi.
Ironisnya, bukan kapal ambulans yang digunakan untuk evakuasi, melainkan perahu sewaan. Kondisi ini terjadi lantaran kapal cepat milik Pustu Mandangin tidak dapat dioperasikan akibat ketiadaan anggaran operasional.
Rekaman berdurasi 15 detik yang memperlihatkan proses evakuasi darurat itu menyebar luas di media sosial WhatsApp. Video tersebut disertai narasi yang mempertanyakan fungsi kapal cepat milik puskesmas.
Unggahan ini sontak menuai keresahan masyarakat dan kembali memantik kritik terhadap kualitas layanan kesehatan di daerah terpencil. (Mukrim)
Next News

Polres Sampang Tingkatkan Pengamanan Jelang Idul Fitri 1447 H
13 hours ago

Kekurangan Tenaga Teknis, BKPSDM Sampang Kaji Rencana Pemindahan Ratusan PPPK ke KDMP
13 hours ago

Takbir Keliling di Sampang, Ini Rute Pengalihan Arus dan Jalur Alternatifnya
13 hours ago

Ribuan Warga Muhammadiyah Pamekasan Shalat Ied Serentak di 16 Titik
13 hours ago

Mudik Lebaran, 3 Lokasi di Jalur Poros Bangkalan Jadi Titik Kemacetan
13 hours ago

3 Orang di Bangkalan Ditangkap Polisi, Diduga Produksi Petasan
13 hours ago

Terkena Petasan, Tangan Kiri Pemuda di Bangkalan Luka Serius
14 hours ago

Tim Rukyat Hilal Nyatakan Idul Fitri Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
a day ago

Hasil Sidang Isbat: 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
a day ago

Puncak Arus Mudik, Penumpang Kapal Tujuan Pulau Mandangin Meningkat 100 Persen
2 days ago





