Minggu, 18 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Usir Kapal Cantrang, Nelayan Masalembu: Kalau Dibiarkan Laut Kami Akan Rusak

Redaksi - Sunday, 18 January 2026 | 12:27 PM

Background
Usir Kapal Cantrang, Nelayan Masalembu: Kalau Dibiarkan Laut Kami Akan Rusak
Para nelayan mengusir kapal centrang. ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Para nelayan lokal di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengusir sejumlah kapal cantrang yang beroperasi di sekitar kepulauan mereka pada Jumat (16/1/2026). 


Ketua Kelompok Nelayan Rawatan Samudra, Sunarto, mengatakan, upaya itu dilakukan karena aktivitas kapal cantrang sudah merusak ekosistem laut dan berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan setempat.


Mayoritas nelayan Masalembu, menurut Sunarto, sering mengeluh. Sebab, penggunaan alat tangkap cantrang menyebabkan kerusakan terumbu karang. 


Terumbu karang yang rusak, membuat ikan tidak lagi menetap di perairan sekitar pulau, sehingga nelayan lokal kesulitan mendapatkan hasil tangkapan seperti sebelumnya.


“Cantrang itu merusak dasar laut. Karang banyak yang hancur, ikan jadi jauh. Dampaknya sangat terasa bagi nelayan kecil seperti kami,” kata Sunarto, Sabtu (17/1/2026).


Dia menyampaikan, dalam beberapa waktu terakhir, hasil tangkapan nelayan Masalembu terus menurun. Kondisi itu diperparah dengan masuknya kapal-kapal cantrang yang beroperasi cukup dekat dari wilayah tangkap nelayan tradisional.


Menurut Sunarto, upaya pengusiran itu menyasar kapal cantrang yang diketahui beroperasi sekitar 3 hingga 4 mil di sebelah timur Pulau Masalembu.


Kegiatan itu melibatkan nelayan lokal, TNI, Polri, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukajeruk. 


“Kami bersama-sama melakukan pengejaran. Ini ikhtiar, menjaga laut Masalembu demi generasi mendatang, meski dengan segala keterbatasan yang dimiliki nelayan,” ujar Sunarto.


Dijelaskan, selama ini nelayan sudah sering menyampaikan keluhan terkait keberadaan kapal cantrang. Namun, kapal-kapal tersebut masih kerap muncul dan kembali beroperasi di wilayah perairan yang sama. 


“Kami berharap ada tindakan tegas. Kalau dibiarkan, laut kami akan rusak dan nelayan kecil semakin terpinggirkan,” katanya.


Bagi masyarakat Masalembu, laut bukan hanya sumber mata pencaharian, tetapi juga ruang hidup yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, Sunarto mengatakan, nelayan meminta pengawasan lebih ketat agar praktik penangkapan ikan yang merusak tidak terus berulang. 


“Nelayan Masalembu hanya ingin laut tetap lestari dan kami bisa melaut dengan tenang tanpa harus bersaing dengan alat tangkap yang merusak,” pungkas Sunarto. (*)