Rabu, 7 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Trump Peringatkan Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez: Akan Ada Konsekuensi Mahal

Redaksi - Monday, 05 January 2026 | 08:53 AM

Background
Trump Peringatkan Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez: Akan Ada Konsekuensi Mahal
Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS). ( Istimewa/)

salsabilafm.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Delcy Rodriguez, presiden sementara Venezuela, terkait sikapnya terhadap intervensi AS di negara tersebut. Trump menegaskan akan ada konsekuensi berat jika Rodriguez gagal melakukan hal yang benar.


“Jika Delcy Rodriguez tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro,” kata Trump dalam wawancara telepon yang dilaporkan Anadolu, Senin (5/1/2026).


Pernyataan itu muncul setelah Trump mengklaim bahwa operasi militer AS di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Trump juga menyatakan AS siap menegakkan kendali sementara atas Venezuela, termasuk dengan kekuatan militer jika diperlukan.


Pasca penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden, untuk segera mengambil alih jabatan sebagai presiden sementara.


Trump kembali mengulang tuduhannya terhadap Maduro, yang disebutnya terlibat dalam pengiriman narkoba ke AS dan mempertahankan kekuasaan melalui kecurangan pemilu. Tuduhan tersebut telah dibantah Maduro, yang kini ditahan di fasilitas penahanan New York atas kasus narkoba. Pejabat-pejabat di Caracas, termasuk Rodriguez, juga menyerukan pembebasan Maduro.


Dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan tidak akan mentolerir apa yang ia sebut sebagai “penolakan menantang” Rodriguez terhadap intervensi bersenjata AS yang berujung pada penangkapan Maduro.


Sikap keras Trump ini kontras dengan pernyataannya beberapa jam setelah serangan AS ke Caracas. Dalam konferensi pers usai operasi militer, Trump sempat memuji Rodriguez dan mengklaim ia bersedia bekerja sama dengan Washington.


“Pada dasarnya dia bersedia melakukan apa yang menurut kami perlu untuk membuat Venezuela kembali menjadi negara yang hebat,” kata Trump saat itu, seraya menyebut AS akan sementara waktu “mengelola” Venezuela.


Namun, Rodriguez dengan cepat membantah klaim tersebut. Ia menegaskan Venezuela siap mempertahankan kedaulatan dan sumber daya alamnya, serta tetap setia pada kebijakan pemerintahan Maduro.


“Kami tidak akan pernah menjadi koloni lagi. Venezuela siap membela sumber daya alamnya sendiri,” tegas Rodriguez, sambil menuntut kembalinya Maduro ke jabatannya.


Merespons pernyataan tersebut, Trump mengindikasikan AS tidak akan ragu melancarkan gelombang kedua aksi militer jika dianggap perlu.


“Membangun kembali di sana dan perubahan rezim, apa pun sebutannya, lebih baik daripada keadaan sekarang. Tidak mungkin lebih buruk lagi,” ancam Trump. (*)