Sampang Baru Punya 2 Warisan Budaya Tak Benda, Ini Kendalanya
Ach. Mukrim - Tuesday, 06 January 2026 | 08:20 AM


salsabilafm.com - Hingga awal tahun 2026, Kabupaten Sampang tercatat baru memiliki dua objek yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) secara nasional, yakni Bahasa Madura dan Depot Kaldu Al-Ghozali. Minimnya pengakuan ini menjadi perhatian serius Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disporabudpar Sampang, Abdul Basith, mengungkapkan, kabupaten Sampang sebenarnya memiliki kekayaan budaya yang melimpah. Setidaknya ada 50 benda budaya potensial. Namun, proses untuk mendapatkan status WBTB tidaklah mudah karena ketatnya syarat administratif dan teknis.
"Kendala utama kami adalah pemenuhan syarat kajian ilmiah. Terkadang maestronya ada, tapi kajian ilmiah mengenai sejarah dan pakem budaya tersebut belum dibuat," ungkapnya.
Selain kajian akademis, lanjutnya, keberadaan sosok "maestro" atau perajin yang aktif merawat dan menurunkan tradisi tersebut menjadi syarat mutlak. Pihaknya mengakui bahwa di Kabupaten Sampang masih terdapat keterbatasan tenaga profesional yang mampu memenuhi standar dokumentasi, termasuk dalam pembuatan video peraga yang menjadi bagian dari proses verifikasi.
"Salah satu dampaknya terlihat pada saat upaya pendokumentasian busana adat lokal. Karena keterbatasan perajin profesional di daerah yang mampu memenuhi standar visual tinggi, proses pembuatan video dokumentasi bahkan harus dilakukan di luar daerah, seperti Solo," jelas Basith.
Menurutnya, langkah melengkapi dokumen ilmiah dan video profesional ini menjadi prioritas Disporabudpar di tahun 2026. Tujuannya, untuk memastikan puluhan aset budaya Sampang lainnya tidak hanya menjadi tradisi lisan, tetapi diakui secara resmi oleh negara melalui Kemendikbudristek
"Yang terpenting adalah pakem budayanya tetap dari Sampang, meskipun produksinya melibatkan profesional dari luar demi memenuhi syarat verifikasi," pungkas Basith. (Mukrim)
Next News

Pietra Widiadi: Pendamping Tak Hanya Fasilitator, Tapi Agen Perubahan Perilaku Masyarakat
7 hours ago

Radio Masih Bisa Bertahan di Era Digital, Pietra Widiadi: Kuncinya Adaptasi!
7 hours ago

Tak Kunjung Rampung, DPRD Sampang Desak Percepatan Perbup Disabilitas
10 hours ago

Molor, Perbup Disabilitas di Sampang Diperkirakan Terealisasi Tahun 2028
10 hours ago

Kemenhaj Pamekasan Siapkan 38 Bus Antar Calhaj ke Embarkasi Surabaya
10 hours ago

5 KDKMP di Sumenep Terima Bantuan Kendaraan Operasional
10 hours ago

Sambut Kemarau, Petani Garam di Sumenep Mulai Siapkan Lahan
10 hours ago

Penerangan Jalan di Akses Suramadu Padam, Belasan Panel Listrik Dirusak OTK
10 hours ago

Sampang Targetkan Naik Peringkat Kabupaten Layak Anak ke Nindya
10 hours ago

Kecelakaan Kereta Api Kembali Terjadi, KA Dhoho Tabrak Truk Pasir di Perlintasan Blitar
11 hours ago





