Bencana di Pamekasan Didominasi Cuaca Ekstrem dan Kekeringan Sepanjang 2025
Redaksi - Tuesday, 06 January 2026 | 06:21 AM


salsabilafm.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mencatat sebanyak 419 kejadian bencana hidrometeorologi terjadi sepanjang tahun 2025. Bencana tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni hidrometeorologi basah dan kering, dengan intensitas relatif menurun dibanding tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyampaikan, kejadian bencana pada tahun 2025 lebih banyak terjadi di awal tahun, sementara pada akhir tahun kondisinya cenderung lebih landai.
"Selama tahun 2025 tercatat 419 kejadian bencana, yang meliputi banjir, kekeringan, tanah longsor, gempa bumi, hingga kebakaran lahan kosong," ujar Dhofir, Rabu, (6/1/2026).
Dia menjelaskan, dari jumlah tersebut sekitar 167 kejadian merupakan bencana hidrometeorologi basah, sementara sekitar 221 kejadian didominasi bencana kering. Untuk kategori basah, kejadian paling banyak dipicu cuaca ekstrem seperti banjir dan tanah longsor.
"Kejadian hidrometeorologi basah didominasi cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor, wilayah terdampak tersebar di utara, tengah, hingga selatan Pamekasan, sementara tanah longsor paling banyak terjadi di wilayah utara," jelasnya.
Jumlah kejadian bencana dalam dua tahun terakhir, kata dia, relatif tidak jauh berbeda, meski terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi, termasuk faktor alam dan aktivitas manusia yang mengganggu ekosistem.
Memasuki awal tahun 2026, BPBD Pamekasan menyatakan telah meningkatkan kesiapsiagaan sejak Desember 2025 dengan mendirikan posko, menyiapkan peralatan, personel, serta logistik kebencanaan.
"Sejak Desember kami sudah siaga, mendirikan posko, menyiapkan personel dan logistik, serta melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat menghadapi musim hujan dan potensi bencana ekstrim," katanya.
Dhofir mengakui masih terdapat sejumlah hambatan, seperti miskomunikasi, keterbatasan personil, hingga lokasi terdampak yang sulit dijangkau. Namun hal tersebut tidak mengurangi komitmen BPBD dalam penanganan bencana.
"Di awal Januari 2026 ini Alhamdulillah kondisi masih relatif stabil, hanya terjadi satu kejadian pohon tumbang. Puncak kejadian biasanya terjadi pada November hingga Desember," ungkapnya.
BPBD Pamekasan juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
15 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
15 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
15 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
15 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
15 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
15 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
15 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
15 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
16 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





