Rabu, 7 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Bencana di Pamekasan Didominasi Cuaca Ekstrem dan Kekeringan Sepanjang 2025

Redaksi - Tuesday, 06 January 2026 | 06:21 AM

Background
Bencana di Pamekasan Didominasi Cuaca Ekstrem dan Kekeringan Sepanjang 2025
Anggota BPBD Kabupaten Pamekasan.( ( Istimewa/)

salsabilafm.com -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mencatat sebanyak 419 kejadian bencana hidrometeorologi terjadi sepanjang tahun 2025. Bencana tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni hidrometeorologi basah dan kering, dengan intensitas relatif menurun dibanding tahun sebelumnya.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyampaikan, kejadian bencana pada tahun 2025 lebih banyak terjadi di awal tahun, sementara pada akhir tahun kondisinya cenderung lebih landai.


“Selama tahun 2025 tercatat 419 kejadian bencana, yang meliputi banjir, kekeringan, tanah longsor, gempa bumi, hingga kebakaran lahan kosong,” ujar Dhofir, Rabu, (6/1/2026).


Dia menjelaskan, dari jumlah tersebut sekitar 167 kejadian merupakan bencana hidrometeorologi basah, sementara sekitar 221 kejadian didominasi bencana kering. Untuk kategori basah, kejadian paling banyak dipicu cuaca ekstrem seperti banjir dan tanah longsor.


“Kejadian hidrometeorologi basah didominasi cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor, wilayah terdampak tersebar di utara, tengah, hingga selatan Pamekasan, sementara tanah longsor paling banyak terjadi di wilayah utara,” jelasnya.


Jumlah kejadian bencana dalam dua tahun terakhir, kata dia, relatif tidak jauh berbeda, meski terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi, termasuk faktor alam dan aktivitas manusia yang mengganggu ekosistem.


Memasuki awal tahun 2026, BPBD Pamekasan menyatakan telah meningkatkan kesiapsiagaan sejak Desember 2025 dengan mendirikan posko, menyiapkan peralatan, personel, serta logistik kebencanaan.


“Sejak Desember kami sudah siaga, mendirikan posko, menyiapkan personel dan logistik, serta melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat menghadapi musim hujan dan potensi bencana ekstrim,” katanya.


Dhofir mengakui masih terdapat sejumlah hambatan, seperti miskomunikasi, keterbatasan personil, hingga lokasi terdampak yang sulit dijangkau. Namun hal tersebut tidak mengurangi komitmen BPBD dalam penanganan bencana.


“Di awal Januari 2026 ini Alhamdulillah kondisi masih relatif stabil, hanya terjadi satu kejadian pohon tumbang. Puncak kejadian biasanya terjadi pada November hingga Desember,” ungkapnya.


BPBD Pamekasan juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing. (*)