Laga Putra Jaya vs Perseta 1970 Diwarnai Aksi Tendangan Kungfu, Sanksi Berat Menanti
Redaksi - Tuesday, 06 January 2026 | 08:12 AM


salsabilafm.com - Pertandingan antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung pada kompetisi Liga 4 Jawa Timur berlangsung panas. Laga yang berlangsung di stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026) ini diwarnai aksi tendangan 'kungfu'.
Salah seorang pemain Putra Jaya Pasuruan menyuguhkan permainan yang kasar dan tidak fair play, yakni dengan sengaja menendang ala kungfu ke pemain Perseta 1970. Akibat tindakan tidak sportif itu, pemain Perseta 1970 harus ditandu keluar akibat cedera.
Pelatih Perseta 1970 Tulungagung, Medi Redondo mengatakan, peristiwa tidak sportif yang ditunjukkan oleh pemain Putra Jaya Pasuruan itu terjadi pada babak kedua menit ke 71.
Pada saat itu, anak asuhnya Perseta 1970 tengah berada dalam keadaan unggul dengan skor 4-0 dari tim Putra Jaya Pasuruan.
Saat itu, anak asuhnya berupaya untuk membangun serangan melalui lini pertahanan, namun umpan yang dilakukan oleh Firman Nugraha justru berhasil diambil oleh pemain Putra Jaya Pasuruan yakni M. Hilmi Gimnastiar.
Usai digagalkan, Firman berupaya untuk menghadang namun Hilmi justru melayangkan tendangan kungfu yang mengenai dada Firman.
"Pemain kami bermaksud menghadang setelah umpan yang dilakukannya dihadang pemain lawan. Namun pemain lawan justru melakukan tendangan kungfu dan mengenai dada pemain kami," kata Medi Redondo saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp pada Selasa (6/1/2026).
Usai kejadian itu, Firman Nugraha langsung terkapar tidak berdaya usai mendapatkan tendangan kungfu dari Hilmi Gimnastiar.
Petugas medis dengan sigap langsung masuk ke dalam lapangan dan segera menandu Firman Nugraha untuk mendapatkan perawatan di luar lapangan.
Aksi tidak sportif yang dilakukan Hilmi Gimnastiar itu turut mengundang amarah dari pemain Perseta 1970 yang langsung direspon cepat oleh sang wasit dengan mengeluarkan kartu merah.
Meski Firman sempat dirawat di dalam mobil ambulans, namun dirinya menolak untuk dibawa ke rumah sakit lantaran merasa kondisinya telah membaik.
"Kemarin setelah ditandu keluar, pemain kami sempat akan dibawa ke rumah sakit. Namun yang bersangkutan menolak dan kini kondisinya sudah membaik," jelas Medi.
Usai laga panas itu, Medi mengapresiasi kinerja wasit dalam memimpin jalannya pertandingan Putra Jaya Pasuruan versus Perseta 1970 kemarin. "Jika wasit tidak merespon cepat peristiwa itu, saya yakin akan banyak pemain Perseta 1970 yang terpancing emosinya atas tindakan tidak sportif itu," jelasnya.
"Official Perseta 1970 kemarin juga berupaya menenangkan para pemain yang ada di bangku cadangan agar tidak terpancing untuk masuk ke dalam lapangan," sambung Medi.
Diketahui, Perseta 1970 akhirnya berhasil mengalahkan Putra Jaya Pasuruan dengan skor telak yakni 7-2 usai laga yang berjalan cukup panas.
"Kinerja wasit cukup bagus dalam pertandingan kemarin, kalau tidak bertindak cepat banyak pemain yang emosi," tutup Medi. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
9 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
9 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
9 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
9 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
9 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
9 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
9 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
9 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
9 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





