Pertamina Patra Niaga Bersama Aparat Penegak Hukum Jaga Distribusi BBM Bersubsidi di Jember
Moh Isrok - Sunday, 15 March 2026 | 09:16 AM


salsabilafm.com - Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyegelan terhadap salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember. Sebabnya, SPBU tersebut diduga melakukan penyimpangan penyaluran Biosolar.
Informasi mengenai dugaan tersebut bermula dari laporan masyarakat pada Jum'at (13/3/2026). Warga melaporkan adanya aktivitas pengisian BBM jenis Biosolar menggunakan truk bermuatan tangki IBC di SPBU 54.681.11 pada dini hari. Aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang berhak.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian bersama pihak terkait segera melakukan pengecekan ke lokasi. Petugas sempat mengamankan truk yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut. Namun saat proses pemeriksaan berlangsung, kendaraan tersebut dilaporkan meninggalkan area SPBU dan sempat dikejar oleh warga bersama aparat kepolisian setempat.
Meski kendaraan tersebut tidak berhasil diamankan, respons cepat aparat penegak hukum dinilai mampu mencegah potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Upaya ini juga menjadi wujud sinergi antara aparat, pemangku kepentingan dan Pertamina dalam menjaga distribusi energi nasional agar tetap aman dan tepat sasaran.
Peristiwa ini turut menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan sosialisasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Surat Rekomendasi yang digelar di Jember sehari sebelumnya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, serta Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas.
Sebagai bagian dari upaya pengawasan bersama terhadap distribusi BBM bersubsidi, pimpinan Komisi XII DPR RI bersama Kepala BPH Migas turut mendatangi Kantor Kepolisian Jember. Bersama aparat kepolisian, mereka kemudian melakukan langkah penertiban berupa penyegelan terhadap SPBU yang tengah dalam proses penanganan tersebut.
Executive General Manager Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas langkah cepat, terukur, dan profesional dalam penanganan kasus tersebut. Dia menegaskan, sinergi antara aparat penegak hukum dan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memastikan distribusi energi serta proses penertiban lembaga penyalur berjalan sesuai ketentuan dan peruntukannya.
Iwan juga menjelaskan, selama masa penonaktifan sementara, lembaga penyalur tersebut tidak bisa beroperasi. Sementara masyarakat dapat memperoleh BBM melalui SPBU lain di sekitar lokasi. Terdapat empat SPBU terdekat yang siap melayani kebutuhan masyarakat, yakni SPBU 5368135 dengan jarak sekitar 1,1 kilometer, SPBU 5468104 berjarak 3 kilometer, SPBU 5468119 berjarak 4 kilometer, serta SPBU 5468112 dengan jarak sekitar 7 kilometer dari lokasi penertiban.
Dengan ketersediaan lembaga penyalur di wilayah sekitar, kebutuhan BBM masyarakat dipastikan tetap dapat terpenuhi dengan baik. Iwan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying, karena pasokan dan distribusi BBM ke lembaga penyalur tetap berjalan dengan baik. Stok dalam kondisi aman," ujarnya.
Pertamina juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan Masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga distribusi energi nasional. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan, Masyarakat dapat melaporkannya melalui layanan Pertamina Call Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti. (*)
Next News

Apresiasi Buku Miftahur Rozaq, Bawaslu Jatim: Buku Ini Kawinkan 18 Tahun Pengalaman Mahal Penyelenggara Pemilu
11 hours ago

Meski WFH, ASN Daratan dan Kepulauan di Sumenep Lakukan Kerja Bakti Serentak
11 hours ago

Tolak Wacana Pemilihan Lewat DPRD, Rektor UTM: Esensi Demokrasi Adalah Kedaulatan Rakyat
14 hours ago

Terinspirasi dari Literasi Pesantren, Miftahur Rozaq Launching Buku 'Di Balik Layar Demokrasi'
14 hours ago

Kecelakaan Maut di Camplong Sampang, Seorang Perawat Meninggal Dunia
15 hours ago

ASN WFH di Pamekasan Wajib On Call, 5 Menit Maksimal Respons Telepon
15 hours ago

Mobil Avanza di Bangkalan Tercebur ke Sungai
15 hours ago

Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, STS Kalbut Sebagai Urat Nadi Energi Indonesia
15 hours ago

Harga Melonjak, Pemkab Sumenep Kaji Kemungkinan Bahan Pengganti Plastik
a day ago

Harga Plastik Naik, Pengusaha Tempe di Pamekasan Beralih ke Daun Pisang
a day ago





