Teras Alam Waduk Klampis, Spot Senja Baru yang Viral dan Gerakkan UMKM Warga
Syabilur Rosyad - Sunday, 10 May 2026 | 07:19 AM


salsabilafm.com – Kabupaten Sampang kembali mencuri perhatian publik lewat destinasi wisata alam yang kini ramai diperbincangkan di media sosial. Bukan pantai ataupun perbukitan, melainkan sebuah Waduk Klampis di Desa Kramat, Kecamatan Kedungdung, yang disulap menjadi ruang santai bernama Teras Alam.
Keindahan panorama waduk yang dipadukan dengan suasana pedesaan menjadikan lokasi ini magnet baru bagi wisatawan lokal. Hamparan air yang tenang, udara sejuk, serta pemandangan matahari terbenam menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Fenomena viralnya Teras Alam berawal dari inisiatif kreatif pemuda setempat yang melihat potensi tersembunyi di kawasan Waduk Klampis. Dengan konsep sederhana namun nyaman, area tersebut kini berubah menjadi tempat nongkrong favorit masyarakat.
"Awalnya kami hanya ingin membuat tempat santai untuk menikmati senja di pinggir waduk. Ternyata respons masyarakat sangat luar biasa, sekarang banyak pengunjung datang dari luar daerah juga," ujar Rahman, salah satu pengelola Teras Alam, Minggu (10/5/2026).
Tak hanya menawarkan pemandangan alam, kawasan ini juga mulai dipenuhi pelaku UMKM lokal yang menjajakan berbagai kuliner khas Madura, kopi tradisional hingga minuman kekinian. Kehadiran para pedagang turut membawa dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar.
"Dulu di sini sepi, sekarang setiap sore ramai. Alhamdulillah dagangan lebih cepat habis dibanding sebelumnya," kata Edy, seorang pedagang kopi di area Teras Alam.
Selain menikmati kuliner, pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk berkeliling waduk sambil menikmati suasana tenang di tengah hamparan air. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Waduk Klampis dari sisi berbeda.
Menjelang sore hari, langit di kawasan Desa Kramat berubah jingga keemasan. Momen itulah yang paling diburu pengunjung untuk berfoto maupun sekadar menikmati suasana senja.
Salah seorang pengunjung, Rina (23), mengaku sengaja datang karena penasaran setelah melihat unggahan di media sosial.
"Tempatnya bagus dan suasananya adem. Cocok buat healing karena pemandangannya masih alami," tuturnya.
Keberadaan Teras Alam dinilai menjadi contoh bagaimana kreativitas anak muda mampu mengangkat potensi lokal menjadi destinasi wisata baru yang berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar. (Syad)
Next News

B50, BBM Jenis Baru Ini Bakal Dirilis pada 1 Juli 2026
in 7 hours

Pawai Muharram 1448 H Meriah, MD Bustanul Ulum Sampang Gunakan Odong-Odong untuk Syiar Islam
17 hours ago

Pertamina Tambah 922 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim pada Perayaan Tahun Baru Islam
20 hours ago

Dispusip Sampang Akan Hapus Belanja Buku, Dialihkan untuk Operasional Perpusling
20 hours ago

Pemerintah Perketat Aturan Rokok, Kadar Nikotin Maksimal 1 Miligram
20 hours ago

Sambut Tahun Baru Islam, Ribuan Santri Ponpes Assirojiyyah Kajuk Gelar Istighotsah
20 hours ago

DBHCHT Menyusut, Program Pendukung Budidaya Tembakau di Sampang Tetap Jalan
2 days ago

Pengusaha Kaya Surabaya Tewas Terseret Arus Laut saat Mancing di Bangkalan
2 days ago

Truk vs Minibus Rombongan Anak TK di Bangkalan, 1 Tewas 3 Luka- Luka
2 days ago

Bupati Sampang Lepas 1.058 Petugas SE 2026, Dorong Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah
2 days ago




