Selasa, 23 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Stok Pertalite Kerap Kosong, Pendapatan Ojol di Sampang Turun

Redaksi - Tuesday, 23 June 2026 | 10:06 AM

Background
Stok Pertalite Kerap Kosong, Pendapatan Ojol di Sampang Turun
Pengemudi ojek online (Ojol) antre BBM ( Istimewa/)


salsabilafm.com -  Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi tersebut membuat mereka kehilangan waktu bekerja karena harus mengantre lama di SPBU.


Salah satu pengemudi ojol, Faruk, mengaku harus mematikan aplikasi saat mengantre membeli bahan bakar. 




"Terpaksa mematikan aplikasi karena harus antre," kata Faruk, Senin (22/6/2026).


Menurut dia, antrean panjang masih bisa saja dimaklumi selama Pertalite tersedia. Namun, ketika stok Pertalite habis, pengemudi harus berkeliling mencari SPBU lain yang masih memiliki pasokan pertalite 


"Kalau antre masih enak, kalau kosong sudah bingung mau cari Pertalite di mana," tambahnya.




Faruk mengatakan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatannya. Sebab, selama mengantre dirinya tidak bisa menerima pesanan dari pelanggan. Apalagi bagi pelanggan yang membutuhkan layanan cepat, dia terpaksa membeli bensin eceran meski harganya jauh lebih mahal.


"Kadang terpaksa beli eceran kalau costumer mendesak. Ya, hasilnya keuntungan kita berkurang," jelasnya. 




Keluhan sama juga disampaikan oleh pengemudi ojol lainnya, Rohman. Menurut dia, beban pengemudi ojol akan semakin berat jika harus beralih ke Pertamax. 


"Kalau ojol harus pindah ke Pertamax, akan sangat memberatkan, karena selisih harganya sangat besar sekali, apalagi buat kita ojek online yang kerja muter-muter di jalanan, kalau Pertalite bisa dapat empat strip (speedometer). Kalau Pertamax hanya dua strip saja," ujarnya. 


Rohman berharap pasokan pertalite masih tersedia di setiap SPBU. Dia khawatir jika tetap kesulitan mendapatkan Pertalite, biaya operasional semakin membengkak dan pendapatan yang dibawa dapat berkurang 




"Mudah-mudahan Pertalite tetep ada. Kalau harus terus membeli Pertamax, biaya perjalanan akan lebih besar dan pendapatan kami bisa ikut berkurang," pungkasnya. (Bad)