Hujan Saat Kemarau Bulan Juni, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Jatim
Redaksi - Tuesday, 23 June 2026 | 07:22 AM


salsabilafm.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada 22-24 Juni 2026. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan mengatakan, kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga pohon tumbang.
"Potensi perubahan cuaca ini merupakan dampak adanya gangguan konvergensi lokal di wilayah Jawa Timur, suhu muka laut yang menunjukkan aktivitas penguapan cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil dan cukup lembab di lapisan bawah hingga menengah," kata Taufiq dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
BMKG mencatat daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan meliputi Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Kediri, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Pasuruan, dan Jombang.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga diprakirakan terjadi di Kota Kediri, Kota Malang, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kota Surabaya.
Taufiq menjelaskan, dalam beberapa hari ke depan intensitas hujan tersebut dapat melemah.
"Setelah tiga hari ke depan diprakirakan intensitas cuaca tersebut mulai melemah," ujarnya.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak dan potensi cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan.
"Wilayah dengan topografi curam, bergunung, tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini yang disampaikan lewat kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas. (*)
Next News

Diikuti 3.624 Peserta, Kemenag Sumenep Masuk 12 Besar Gerakan Indonesia Berkiblat
5 hours ago

Idul Khotmi Nasional, Puluhan Ribu Jamaah Tarekat Tijaniyah Padati Ponpes Al-Amien
5 hours ago

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Kembali Latih Santri Tangguh Bencana
a day ago

Ribuan Warga Pulau Pagerungan Kecil Sumenep Segera Nikmati Listrik
a day ago

Nelayan Pamekasan Dilaporkan Hilang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
a day ago

Ari Adriansyah Sampang Lolos Top 42 D'Academy 8, Dapat 3 SO dari Juri
a day ago

Ormas Gaib Desak PLN Benahi Tiang Miring dan Tegangan Turun
a day ago

MUI Sampang Minta DPRD Dukung RUU Pidana LGBT Masuk Prolegnas
a day ago

Marak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MUI Sampang: Fenomena Gunung Es
a day ago

Pengawasan Program MBG di Sampang Diperketat, Wabup: Penindakan Kewenangan BGN Pusat
a day ago





