Selasa, 23 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Munas dan Konbes NU 2026 Ditutup di Bangkalan, Gus Yahya Tegaskan Komitmen NU untuk Bangsa

Redaksi - Tuesday, 23 June 2026 | 07:08 AM

Background
Munas dan Konbes NU 2026 Ditutup di Bangkalan, Gus Yahya Tegaskan Komitmen NU untuk Bangsa
Presiden Prabowo bersama para tokoh PBNU di penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan, Pulau Madura Jawa Timur, Selasa (23/6/2026) ( Istimewa/)

salsabilafm.com – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi ditutup di Institut Agama Islam Sayyidina Kholil, Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Acara penutupan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 1.500 tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia.


Sejak siang hari, puluhan anggota Banser dan kader Fatayat NU dari berbagai wilayah Nusantara memadati area sekitar lokasi untuk menyambut para tamu dan mengamankan jalannya kegiatan.


Rangkaian acara dimulai pada pukul 13.30 WIB, kemudian sekitar pukul 13.45 WIB Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di lokasi untuk menghadiri prosesi penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026.




Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kiai Said Aqil Siradj, dan Gus Miftah.


Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Yahya Cholil Tsaquf (Gus Yahya), menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo yang hadir secara langsung pada penutupan forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut.




"Kehadiran Bapak Presiden melengkapi kebahagiaan kami setelah berhasil menyelesaikan tugas pelaksanaan Munas dan Konbes yang merupakan rangkaian permusyawaratan menjelang Muktamar yang akan dilaksanakan pada 1–5 Agustus mendatang di tempat yang akan segera kami sepakati bersama," ujar Gus Yahya.


Gus Yahya menegaskan, Nahdlatul Ulama akan terus hadir menjaga keutuhan bangsa dan negara. Menurutnya, para kiai, pengurus, dan kader NU merupakan bagian dari rakyat yang memiliki komitmen kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"Bersama Bapak saat ini hadir para kiai, para pemimpin NU, dan kader-kader NU. Di luar sana, Presiden juga telah bertemu dengan warga NU yang menunjukkan kecintaan kepada kepemimpinan kita. Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara," katanya.




Dia juga menegaskan komitmen warga NU untuk terus berjuang dan berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.


"Kami adalah rakyat yang siap berjuang dan rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Kami tidak pernah kehilangan rasa optimis karena kami yakin dengan iman yang teguh, khidmah yang istiqamah, serta perjuangan fi sabilillah untuk bangsa dan negara," tandasnya.




Menutup sambutannya, Gus Yahya mengutip firman Allah SWT, "Nasrun minallah wa fathun qarib" yang berarti pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat.


"Janji Allah tidak akan meleset. Selama kita teguh dalam iman, pertolongan Allah tidak akan meleset," pungkas Gus Yahya. (*)