Sabtu, 28 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Satker PJBH Pastikan Jembatan Suramadu Layak Digunakan Hingga Masa Layan Rencana 100 Tahun

Moh Isrok - Saturday, 28 February 2026 | 12:46 PM

Background
Satker PJBH Pastikan Jembatan Suramadu Layak Digunakan Hingga Masa Layan Rencana 100 Tahun
Jembatan Suramadu. ( Istimewa/)

Salsabilafm.com- Satuan Kerja Pengelolaan Jembatan Suramadu (Satker PJBH Suramadu) memastikan kondisi jembatan tetap aman dan layak dilalui. Kerusakan yang terlihat di beberapa titik disebut sebagai bagian dari proses pekerjaan preservasi atau pemeliharaan berkala.


Hal itu diungkapkan, setelah pihaknya banyak mendapat sorotan dibeberapa media sosial terkait penurunan kualitas sambungan Jembatan Suramadu serta permukaan jalan yang disebut mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan pengguna.


Kasatker PJBH Suramadu, Suparyanto, dalam keterangan resminya menjelaskan, pekerjaan preservasi akan dilakukan meski berdampak langsung pada mobilitas kelancaran arus lalu lintas.


"Sebagai penghubung vital Jawa - Madura, keberadaan Jembatan Suramadu berperan penting dalam menjaga stabilitas konektivitas kawasan dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional," ujarnya, Jum'at (27/2/2026).


Menurut Suparyanto, penggantian expansion joint merupakan salah satu fokus utama preservasi saat ini. Sebab expansion joint (siar muai, red) jembatan adalah sambungan struktural krusial yang dipasang di antara dua plat beton atau bentang jembatan untuk mengakomodasi pergerakan akibat perubahan suhu (muai-susut, red), getaran, beban kendaraan, dan pergerakan tanah atau gempa.


"Penggantian yang dilakukan tepat waktu karena ini dapat mencegah keretakan, kerusakan struktur, serta menjaga keamanan dan kenyamanan lalu lintas di kemudian hari," jelasnya.


Selain itu, perbaikan pengerasan lapisan  aspal juga harus dilakukan untuk menjaga kenyamanan berkendara demi mengurangi potensi kecelakaan. Dia menegaskan, langkah tersebut bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menjaga keberlanjutan infrastruktur nasional.


Selain itu, dalam pemeliharaannya, Satker PJBH Suramadu juga terus memantau teknologi Structural Health Monitoring System (SHMS) yang canggih untuk memantau keamanan struktur secara real-time. Sistem ini menggunakan lebih dari 500 sensor yang tersebar di sepanjang bentang tengah jembatan untuk memantau dan merekam data teknis seperti getaran, pergeseran, hingga tegangan pada elemen jembatan yang kemudian bisa dianalisis oleh tim teknis sebagai dasar pengambilan keputusan.


"Pengawasan lapangan turut diperkuat melalui pemeriksaan rutin oleh penilik jalan dan patroli pengamanan. Setiap potensi kerusakan diklaim dapat ditangani dalam waktu 1x24 jam," terangnya.


Sementara di sisi keamanan, kata Suparyanto, Satker PJBH Suramadu juga bersinergi dengan beberapa pihak, di antaranya kepolisian. Kerja sama ini salah satunya membuahkan hasil dengan digagalkannya upaya pencurian kabel di area jembatan.


"Dengan seluruh rangkaian kegiatan preservasi yang telah dilakukan, kami menegaskan bahwa Jembatan Suramadu berada dalam kondisi aman dan layak digunakan hingga masa layan rencana 100 tahun. Keselamatan pengguna menjadi prioritas utama," pungkas Suparyanto. (*)