Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Tidak Buka Pendaftaran, Yang Ada Adalah Jangkauan
Ach. Mukrim - Monday, 11 May 2026 | 05:35 AM


salsabilafm.com - Menteri Sosial (Mensos) Rebuplik Indonesia (RI) Saifullah Yusuf menegaskan program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sampang tidak membuka pendaftaran umum bagi calon siswa. Menurut dia, Pemerintah akan menggunakan mekanisme 'jangkauan' untuk menentukan peserta didik yang berhak masuk program tersebut.
"Di Sekolah Rakyat ini sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto tidak ada pembukaan pendaftaran. Yang ada adalah jangkauan," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul, saat meninjau Sekolah Rakyat di Sampang, Minggu (10/5/2026) kemarin.
Dia menjelaskan, proses jangkauan dilakukan melalui tahapan panjang mulai dari verifikasi data, wawancara dengan orang tua siswa, hingga pengecekan langsung ke lapangan oleh Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan pemerintah daerah.
Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan agar program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga miskin, anak putus sekolah, hingga anak yang berpotensi putus sekolah. Gus Ipul menegaskan, tidak boleh ada praktik titipan maupun pungutan dalam proses seleksi siswa.
"Tidak ada titipan, tidak ada kongkalikong, tidak ada bayar-membayar dan tidak ada KKN," ujarnya.
Dia mengatakan, calon siswa nantinya berasal dari keluarga kategori desil terbawah yang sudah diverifikasi pemerintah daerah bersama instansi terkait. Setelah itu, kepala daerah akan mengusulkan nama calon siswa ke Kementerian Sosial untuk diperiksa kembali sebelum ditetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga memastikan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Sampang masih berjalan sesuai target. Pemerintah menargetkan pembangunan selesai pada akhir Juni 2026 dan mulai digunakan pada pertengahan Juli mendatang untuk masa pengenalan lingkungan sekolah. Sekolah Rakyat di Sampang nantinya diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA.
"Untuk wilayah Madura, Sampang menjadi daerah pertama yang menyiapkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Sementara sekolah rintisan saat ini masih berjalan di Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Cek SPBU Banyuanyar, Polisi Temukan Stok Solar dan Pertalite Habis
14 hours ago

Sumenep Berseri, melestarikan budaya lokal, menumbuhkan generasi hebat, Paud Idaman Al Munawarah meriahkan hari jadi Sumenep ke 757
15 hours ago

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Gelar Tahlil 7 Hari Wafat KH Syukron Makmun
a day ago

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Galis Bangkalan
a day ago

Operasi Sikat Semeru, Polres Pamekasan Ringkus 9 Tersangka
a day ago

Kuota Solar Habis, SPBU di Pamekasan Terapkan Sistem Buka-Tutup
a day ago

2 Pegawai SPPG Sumenep Diciduk Polisi, Diduga Nyabu di Dapur MBG
a day ago

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri
2 days ago

Nelayan Sampang Hilang di Perairan Ketapang, Pencarian Hari Pertama Nihil
2 days ago

Kecelakaan Tunggal di Jalan Imam Bonjol Sampang, Pengendara Vario Meninggal Dunia
3 days ago



