Rezeki di Balik Banjir Blega: Jasa Ojek Gerobak Jadi Penyelamat Pemotor yang Khawatir Mogok
Ach. Mukrim - Saturday, 10 January 2026 | 06:13 AM


salsabilafm.com - Musibah banjir yang kerap merendam jalur utama Blega, Kabupaten Bangkalan, ternyata menyimpan sisi lain bagi warga setempat. Di balik tersendatnya arus lalu lintas yang menghubungkan Bangkalan dan Sampang, muncul kreativitas warga yang mengubah genangan air menjadi ladang rezeki melalui jasa ojek gerobak.
Banjir yang menggenangi aspal jalur nasional ini seringkali membuat para pengendara roda dua ciut nyali. Kekhawatiran akan mesin motor yang mogok atau rusak akibat terendam air menjadi alasan utama. Di sinilah peran para penyedia ojek gerobak menjadi sangat krusial.
Beiri (40) salah satu warga yang membuka jasa ojek gerobak, mengaku banjir kali ini membawa berkah tersendiri. Sambil mendorong gerobak kayu yang memuat motor dan pengendaranya, ia merasa senang bisa membantu orang lain sekaligus menambah penghasilan.
"Lumayan lah, hitung-hitung membantu pengendara yang terburu-buru untuk melintas tanpa harus takut motornya mati tengah jalan," katanya, Sabtu (10/1/2025).
Senada dengan Beiri, Faruk yang juga mencari peruntungan di tengah banjir ini menyebutkan, penghasilan dari jasa ojek gerobak cukup menggiurkan. Meskipun tidak pernah mematok tarif resmi, para pengendara biasanya memberikan uang sebagai tanda terima kasih.
"Biasanya dapat Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu kalau banjirnya seperti sekarang. Itu pun kadang masih ada yang nawar. Dalam sehari, biasanya bisa narik sampai 6 kali sebelum airnya surut total," jelas Faruk.
Faruk menambahkan, meski kondisi jalan raya sudah lebih tinggi dari sebelumnya, jasa gerobak tetap dicari saat air meluap. Dia mulai menawarkan jasa sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga siang hari ketika debit air mulai menurun.
Kehadiran ojek gerobak ini pun disambut baik oleh para pengguna jalan. Arif, salah satu pengendara yang menggunakan jasa tersebut, merasa sangat terbantu. Apalagi saat itu dia tengah membonceng istri dan anaknya yang masih kecil.
"Kalau menerobos pakai motor saya khawatir mogok di tengah, belum lagi saya bonceng istri yang menggendong anak. Bayar sedikit tidak masalah, yang penting motor aman dan keluarga selamat sampai seberang," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Jemaah Haji Dibatasi Membawa Rokok, Kemenhaj Sampang: Maksimal 2 Slop
5 hours ago

Kemenhaj Sampang Tegaskan Larangan Penggunaan Visa Non-Haji Saat Musim Keberangkatan
5 hours ago

DLH Sampang Tegaskan Sampah Dapur MBG yang Boleh Masuk ke TPA Hanya Jenis Residu
6 hours ago

Sampah Plastik di Sampang Capai 4 Ton per Hari, Didominasi Limbah Sulit Didaur Ulang
a day ago

Pria di Camplong Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Bor di Rumah
a day ago

Gunakan Anjing Pelacak K9, Polisi Temukan Sapi Curian di Bangkalan
a day ago

BPBD Bangkalan Fokus Kekeringan, Antisipasi El Nino Godzilla
a day ago

17 CJH Sumenep Batal Berangkat ke Tanah Suci, 6 Meninggal 11 Kendala Kesehatan
a day ago

618 Calon Jemaah Haji Sampang Diberi Pembekalan, Fokus Kesiapan Kesehatan dan Teknis
a day ago

Tim SAR Evakuasi Jenazah Nenek di Sumenep dari Sumur Sedalam 25 Meter
a day ago





