Minggu, 26 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Protes Jalan Rusak, Bocah 7 Tahun di Kepulauan Sumenep Mandi Lumpur

Redaksi - Sunday, 26 April 2026 | 07:38 AM

Background
Protes Jalan Rusak, Bocah 7 Tahun di Kepulauan Sumenep Mandi Lumpur
Seorang bocah mandi lumpur. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Moh. Zainul Alif (7), mandi lumpur di tengah jalan rusak di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan.


Aksi bocah tersebut direkam oleh Sulaiman (25) pada Sabtu (28/3/2026) lalu. Video berdurasi 27 detik itu memperlihatkan Zain, sapaan bocah, terlentang di kubangan Iumpur di tengah jalan, sambil sesekali tersenyum ke arah kamera.


Di saat yang sama, warga juga menancapkan batang pohon di tengah jalan sebagai penanda kerusakan yang dinilai semakin parah.




Junul (46), warga setempat, mengatakan jalan yang rusak berada di Desa Gelaman dan merupakan yang terparah di wilayah Kecamatan Arjasa.


"Video itu direkam di Desa Gelaman, wilayah yang paling parah di Kecamatan Arjasa," kata Junul, Minggu (26/4/2026).




Junul menjelaskan, jalan tersebut merupakan akses utama berstatus jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Pajanangger dengan Kecamatan Arjasa. Panjang jalan yang rusak mencapai sekitar 18 kilometer. Seingat dia, perbaikan terakhir hanya berupa tambal sulam dan dilakukan sekitar 10 tahun lalu.


"Perbaikan terakhir hanya tambal sulam, itu pun sekitar 10 tahun lalu. Setelah itu tidak ada lagi perbaikan," tambahnya.


Kondisi jalan, menurut Junul, semakin sulit dilalui saat musim hujan karena berubah menjadi kubangan lumpur. Sementara saat kemarau, jalan tetap rusak dengan permukaan berbatu dan berlubang. 




"Kalau musim hujan sangat sulit diakses karena berlumpur. Kalau kemarau, jalannya berbatu dan berlubang" tutur dia. 


Selain rusak, jalan sepanjang 18 kilometer itu juga tidak dilengkapi penerangan. Warga yang melintas pada malam hari, hanya mengandalkan lampu kendaraan.




Hingga kini, video aksi tersebut telah menyebar di media sosial. Namun belum ada respons dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sumenep, maupun pihak terkait di tingkat kecamatan dan desa. 


"Warga berharap segera memperbaiki jalan, karena menjadi akses utama aktivitas sehari-hari masyarakat di Pulau Kangean," pungkasnya. (*)