Peringati Hari Bumi, Pertamina Patra Niaga FT Madiun Tuang Ratusan Liter Eco-Enzyme di Sungai Bengawan Solo
Moh Isrok - Saturday, 25 April 2026 | 07:25 AM


salsabilafm.com- Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Madiun bersama Program Kampung Iklim (ProKlim) Pesanggrahan menggelar aksi peduli lingkungan dalam rangka memperingati Hari Bumi melalui penuangan 350 liter eco-enzyme ke aliran Sungai Bengawan Solo. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi bersama berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan kualitas ekosistem sungai.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari anggota PKK Kota Madiun, komunitas ProKlim se Kota Madiun, pelajar, hingga mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesehatan Keluarga (PKK) Kota Madiun, Dellina Mahardika Panuntun.
Penuangan eco-enzyme dilakukan sebagai bagian dari upaya edukasi lingkungan mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga yang diolah menjadi cairan ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan untuk membantu menjaga kualitas air serta mengurangi pencemaran lingkungan.
Fuel Terminal Manager Madiun, Kadek Dwi Arianto, menyampaikan, peringatan Hari Bumi menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun kesadaran lingkungan di masyarakat.
"Hari Bumi mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan komunitas binaan seperti ProKlim Pesanggrahan, kami ingin mendorong lahirnya aksi nyata yang sederhana namun memiliki dampak positif bagi lingkungan secara berkelanjutan," ujarnya.
Wakil Ketua TP PKK Kota Madiun, Dellina Mahardika Panuntun, mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas generasi dalam kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Keterlibatan ibu-ibu PKK, generasi muda, komunitas, hingga pelajar menjadi bukti bahwa kesadaran menjaga bumi perlu dibangun secara kolektif dan berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, Local Hero ProKlim Pesanggrahan, Kurnia Fidiawati, menjelaskan bahwa penggunaan eco-enzyme juga menjadi bagian dari edukasi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa limbah organik sebenarnya masih memiliki manfaat apabila dikelola dengan baik. Dari rumah tangga, kita bisa mulai membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan," jelasnya.
Salah satu peserta dari SMK Negeri 3 Madiun jurusan Kimia Industri, Rizky Pratama, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini membuat kami lebih memahami bahwa pengelolaan limbah organik seperti eco-enzyme ternyata memiliki manfaat bagi lingkungan. Sebagai siswa jurusan kimia, kami juga jadi melihat bagaimana konsep yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan langsung dalam kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan," ungkapnya.
Terpisah, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, peringatan Hari Bumi perlu dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat aksi kolektif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui keterlibatan aktif masyarakat.
"Keberlanjutan lingkungan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara perusahaan, komunitas, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk membangun kesadaran sekaligus aksi nyata yang berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap tumbuh budaya peduli lingkungan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang," ujarnya.
Melalui peringatan Hari Bumi ini, Pertamina Patra Niaga FT Madiun bersama ProKlim Pesanggrahan berharap semangat kolaborasi dalam menjaga lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, aksi ini diharapkan menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lingkungan lahir dari kepedulian kolektif, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, serta keterlibatan berbagai pihak dalam merawat bumi untuk generasi mendatang. "Langkah kecil menjaga lingkungan hari ini menjadi warisan besar bagi bumi esok hari," tutup Ahad. (*)
Next News

Program PMT Turunkan Prevalensi Stunting di Pamekasan
13 hours ago

Tambahan Urukan untuk KDMP Harus Melalui Musdes, Inspektorat: Tidak Bisa Langsung Dianggarkan
13 hours ago

Peringati Hari Bumi 2026, Penyandang Disabilitas Sampang Hijaukan Pesisir Camplong
13 hours ago

Pemkab Sumenep Siapkan Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino
2 days ago

Kades di Sumenep Ditahan Kejari atas Kasus Dugaan Korupsi ADD
2 days ago

Lansia di Sumenep Dilaporkan Hilang Usai Pamit Beli Pakan Ayam
2 days ago

Minim Anggaran, Pemeliharaan Markah Jalan di Sampang Belum Menyeluruh
2 days ago

Satgas MBG Tunggu Hasil Lab Kasus Siswa Gatal-Gatal Massal di Sampang
2 days ago

Implementasi Semangat Kartini di HCML, Kisah Mahtubah Sagina Menginspirasi Perempuan Masa Kini
2 days ago

HCML Raih Beritajatim Award 2026 Kategori Peletak Pondasi Industri Hulu Migas
2 days ago




