Presiden Prabowo: Setiap kali Indonesia dalam Keadaan Bahaya, NU Tampil Menyelamatkan
Redaksi - Sunday, 08 February 2026 | 11:57 AM


salsabilafm.com - Presiden Prabowo Subianto mengutarakan kebahagiaannya saat berada di tengah warga Nahdlatul Ulama (NU). Pernyataan itu disampaikan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Ahad (8/2/2026).
"Saya selalu semangat karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati saudara sekalian. Saya merasakan semangat persatuan, guyub, dan keinginan menegakkan kedamaian," ujar Prabowo.
Presiden juga merasakan harapan besar terhadap bangsa Indonesia yang adil, terutama saat dirinya melihat kekuatan para ibu dari kalangan NU.
"Luar biasa kekuatan emak-emak ini," katanya.
Prabowo menyampaikan terima kasih atas undangan untuk hadir di tengah warga NU. Menurutnya, setiap kali berada di tengah para santri, kiai, dan ulama besar, dirinya semakin bersemangat untuk mengabdi kepada rakyat.
"Setiap kali saya muncul di tengah NU, santri, kiai, dan ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," ucapnya dengan lantang yang disambut applaus ribuan warga NU.
Menurut dia, 100 tahun kiprah NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia.
"Setiap kali Indonesia dalam keadaan bahaya, NU tampil menyelamatkan," tegas Prabowo.
Prabowo mengingatkan kembali peran besar NU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam pertempuran di Surabaya.
"Proklamasi kemerdekaan memang di Jakarta, tapi ujian kemerdekaan diuji di Jawa Timur, di Surabaya. Dalam pertempuran itu, bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaan melawan negara besar di dunia," jelasnya.
Menurutnya, rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama berhasil menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak akan tunduk pada siapapun yang ingin menjajah kembali.
"Kita telah berhasil menghadapi Inggris, pemenang Perang Dunia. Rakyat Jawa Timur dipimpin para kiai dan ulama kita telah buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapapun yang ingin menjajah bangsa kita," tegasnya.
Prabowo juga menyoroti pentingnya semangat persatuan sebagaimana selalu dicontohkan oleh NU. "Itulah pelajaran sejarah: tidak ada bangsa yang kuat dan maju kalau pemimpinnya tidak rukun," ujarnya. (*)
Next News

Tinjau Wisata Capak, Bupati Pamekasan: Para Tokoh Belum Sepakat, Harus Dialog Terbuka
a day ago

Curi Tiga Poin di Surabaya, Madura United Menjauh dari Degradasi
a day ago

Plastik Mahal dan Langka, Pengrajin Tempe di Sampang Gunakan Daun Pisang
a day ago

Suntik Rp228 Juta, Diskan Sampang Pacu Produksi Perikanan Air Tawar
a day ago

Polisi Kejar Penyebar Video 'Pamekasan Viral'
2 days ago

Perda Desa Wisata Disahkan, Sampang Bidik Tren 'Satisfaction Tourism'
2 days ago

KDKMP Sampang Siap Beroperasi Agustus, Diproyeksikan Jadi Mitra SPPG
2 days ago

Warga Pamekasan Diringkus Polisi di Sampang, Diduga Tipu Lansia Rp11 Juta
3 days ago

2 Kades di Bangkalan Diperiksa KPK, Diduga Terkait Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim
3 days ago

Kemenhaj Pamekasan Ingatkan Jamaah Haji Tidak Jualan Rokok di Tanah Suci
3 days ago




