Kamis, 30 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

PGRI Sampang: Guru Perempuan Ujung Tombak Mengawal Moral dan Karakter Generasi Masa Depan

Ach. Mukrim - Thursday, 30 July 2026 | 06:56 AM

Background
PGRI Sampang: Guru Perempuan Ujung Tombak Mengawal Moral dan Karakter Generasi Masa Depan
Seminar Perempuan 2026 oleh PGRI Sampang (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sampang menggelar Seminar Perempuan 2026 bertema "Mengapa Guru Perempuan Hebat?" di Pendopo Trunojoyo, Kamis (30/7/2026). Kegiatan itu menjadi upaya memperkuat kompetensi guru perempuan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan karakter di wilayah tersebut. 


Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PGRI, perwakilan Dinas Pendidikan, akademisi, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sampang, Selviana Evi Slamet Junaidi.


Ketua PGRI Kabupaten Sampang, Muzakki mengatakan, agenda ini merupakan bentuk apresiasi dan kepedulian nyata terhadap dedikasi para guru perempuan. Menurutnya, guru perempuan adalah ujung tombak dalam mengawal moral dan karakter generasi masa depan.




"Guru perempuan tidak sekadar menjalankan profesi formal. Mereka mengemban amanah besar menanamkan nilai kehidupan. Lewat seminar ini, kami ingin meningkatkan profesionalisme mereka agar semakin tangguh menghadapi tantangan zaman," katanya. 


Senada dengan hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Raden Roro Dewi Trisna, menekankan bahwa kemajuan sektor pendidikan wajib ditopang oleh kualitas sumber daya manusianya.




"Peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan fisik atau sarana prasarana. Guru adalah penggerak utama, sehingga penguatan kompetensi seperti ini mutlak dilakukan demi melahirkan generasi Sampang yang unggul," tegas Dewi.


Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Sampang, Selviana Evi Slamet Junaidi, dalam sambutannya memberikan apresiasi mendalam atas ketangguhan luar biasa yang dimiliki para guru perempuan. Dia menyebut tema seminar ini sebagai refleksi nyata atas kontribusi besar perempuan dalam dunia pendidikan.


"Menjadi guru perempuan berarti mendidik dengan hati, memadukan ilmu dengan kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang yang luar biasa. Mengajar banyak anak di sekolah dengan karakter berbeda bukanlah hal mudah, dan ibu-ibu guru di sini mampu melakukannya dengan sangat baik," ungkap Evi.




Evi juga menyoroti peran ganda (multitasking) perempuan yang mampu mengurus rumah tangga sekaligus berdedikasi di ranah publik. Karenanya, dia mengajak seluruh elemen untuk memberikan dukungan moral dan kasih sayang yang berimbang kepada para guru perempuan di lingkungan keluarga agar mereka tetap optimal dalam bertugas.


"Pemerintah Kabupaten Sampang sangat menyadari pentingnya kualitas SDM ini. Mari kita terus bersinergi menghadirkan pendidikan berkualitas demi melahirkan generasi Sampang yang unggul dan berkarakter, sejalan dengan visi Sampang Hebat Bermartabat," pungkas Evi. (Mukrim)