Kamis, 9 Juli 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Petani Tembakau di Sampang Kejar Kualitas, Disperta: Gunakan Pupuk Secukupnya

Redaksi - Thursday, 09 July 2026 | 07:21 AM

Background
Petani Tembakau di Sampang Kejar Kualitas, Disperta: Gunakan Pupuk Secukupnya
Tanaman tembakau di Desa Gunung Maddah (Badri/)

salsabilafm.com - Memasuki tiga bulan usia dari penanaman, petani tembakau di Kabupaten Sampang, terus melakukan perawatan intensif. Hal ini untuk menghasilkan daun tembakau berkualitas premium A1, sehingga mampu mencapai harga jual Rp69 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.


Petani tembakau Desa Gunung Maddah, Faid, mengungkapkan, fase pertumbuhan tembakau saat ini merupakan periode yang sangat menentukan. Menurutnya, perawatan yang optimal dapat berdampak pada mutu tembakau.


"Saat ini perawatan harus dioptimalkan lagi agar daun melebar bagus, tidak cepat kuning dan rusak, biar nanti kualitasnya bagus saat panen," ungkapnya, Kamis, (9/7/2026)




Faid berharap pada puncak panen tembakau yang berlangsung pada akhir Agustus hingga September, dapat memberikan keuntungan yang sepadan, ditambah cuaca yang sangat menjanjikan saat ini 


"Saya berharap harga tembakau bisa mencapai Rp69 ribu, hingga Rp70 ribu per kilogram, apalagi cuaca yang sangat menentukan saat ini, sehingga sebanding dengan biaya perawatan yang sudah dikeluarkan petani," ucapnya. 




Terpisah, Kabid Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Sampang, Nurdin, mengimbau agar para pertani dapat menggunakan pupuk secukupnya. Sebab, tanaman tembakau lebih kecil uraiannya dibandingkan tanaman lainnya.


"Sebenarnya tembakau ini uraiannya kecil, jadi gunakanlah pupuk secukupnya," katanya.


Nurdin menekankan agar petani lebih memilih menggunakan pupuk organik. Sebab, harganya lebih terjangkau dan lebih ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia yang cenderung lebih mahal.




"Memang yang paling bagus itu jenis pupuk zetka, itu harganya mahal. Lebih bagus menggunakan pupuk organik, lebih murah, dan lebih ramah lingkungan," pungkasnya. (Bad)