Disperta Sampang: Rekomendasi BBM Bersubsidi Hanya untuk Petani Pemilik Alsintan
Ach. Mukrim - Thursday, 09 July 2026 | 07:15 AM


salsabilafm.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang menyatakan, surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani pemilik Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berbahan bakar minyak.
Ketentuan tersebut diberlakukan untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk diperjualbelikan
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan dan Hortikultura Disperta KP Sampang, Nurdin menjelaskan, rekomendasi diterbitkan bagi petani yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi untuk mengoperasikan Alsintan seperti hand traktor, pompa air, cultivator, mesin penggilingan padi, combine Harvester dan alsintan lain yang menggunakan BBM.
"Yang mendapat rekomendasi adalah petani yang memiliki alsintan yang membutuhkan BBM. Bukan untuk dijual kembali," katanya, Kamis (9/7/2026).
Dia menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh surat rekomendasi. Di antaranya pemohon merupakan petani, memiliki KTP sebagai petani, serta menunjukkan foto Alsintan lengkap dengan nomor rangka dan nomor mesin.
Nurdin menambahkan, setiap kecamatan di Kabupaten Sampang telah memiliki petugas yang berwenang menerbitkan rekomendasi sehingga petani dapat mengurusnya di wilayah masing-masing.
"Setiap kecamatan sudah ada petugas yang memberikan rekomendasi. Jadi, petani bisa mengurusnya di kecamatan masing-masing, baik di Kecamatan Sampang, Camplong, maupun kecamatan lainnya," imbuhnya.
Nurdin juga mengimbau petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) agar tidak langsung mengarahkan setiap pembeli yang membawa jeriken untuk meminta rekomendasi ke Disperta KP. Menurutnya, petugas perlu memastikan terlebih dahulu apakah BBM tersebut digunakan untuk Alsintan milik petani atau untuk keperluan lain.
"Kalau memang untuk Alsintan petani, tentu bisa diproses sesuai ketentuan. Tetapi kalau untuk diperjualbelikan kembali, kami tidak akan memberikan rekomendasi," tegasnya.
Dia menegaskan, rekomendasi hanya berlaku untuk penggunaan sendiri dalam operasional Alsintan, bukan sebagai dasar untuk menjual kembali BBM subsidi.
Di sisi lain, Nurdin menyampaikan pandangan pribadinya terkait keberadaan pengecer BBM di wilayah pelosok. Menurutnya, masyarakat di desa-desa yang jauh dari SPBU masih membutuhkan akses terhadap BBM sehingga pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan yang lebih bijak.
"Kalau menurut pendapat pribadi saya, penjualan BBM eceran di daerah pelosok bisa dipertimbangkan untuk dilegalkan karena sangat membantu masyarakat. Namun kuotanya perlu dibatasi agar tetap terkendali," ucapnya.
Nurdin mengakui, sejak kewenangan penerbitan rekomendasi dialihkan ke Dinas Pertanian, jumlah permohonan terus meningkat hingga mencapai ratusan. Kondisi tersebut membuat beban kerja petugas bertambah karena penerbitan rekomendasi merupakan tugas tambahan di luar pekerjaan utama.
"Sudah ratusan rekomendasi yang kami terbitkan, dan paling banyak berasal dari Kecamatan Sampang," ungkapnya.
Ke depan, Disperta KP berharap pemerintah dapat mengevaluasi mekanisme penyaluran BBM subsidi agar lebih efektif serta tidak membebani petugas di lapangan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan bagian perekonomian dan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik bagi petani maupun masyarakat.
"Yang jelas kami berharap pemerintah lebih bijak lagi. Kami juga akan berkoordinasi dengan bagian perekonomian sebagai koordinator agar ada solusi yang terbaik bagi petani dan masyarakat," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Maulid Nabi 2026 Ditetapkan Sebagai Libur Nasional, Cek Jadwal Lengkapnya
in 2 hours

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air Bersih
in 2 hours

Ratusan Relawan Madura Akan Berangkat ke Jakarta Bela Program Prabowo
a day ago

Lapak Mewarnai di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Jadi Ruang Kreativitas Anak
a day ago

Kemarau Ekstrem Jadi Berkah, Harga Tembakau Sampang Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
a day ago

Pemkab Sampang Minta KDKMP Dibangun di Lokasi Strategis dan Punya Akses Ekonomi
2 days ago

12 Kecamatan di Sampang Kering Kritis, Anggaran Rp75 Juta Hanya Cukup 1-2 Tangki Air per Desa
2 days ago

Kecelakaan Beruntun di Bangkalan, Pemotor Meninggal di Lokasi
2 days ago

Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang
3 days ago

BMKG Catat 4.256 Gempa Susulan di NTT, Terbesar Magnitudo 6,2
3 days ago

