Petani Garam di Sampang Tak Kebagian Program Segar KKP
Ach. Mukrim - Friday, 24 July 2026 | 06:58 AM


salsabilafm.com - Kabupaten Sampang dipastikan belum masuk dalam penerima program Sentra Ekonomi Garam Rakyat (Segar) yang akan dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Madura tahun ini.
Hingga kini, Dinas Perikanan (Diskan) Sampang mengaku belum menerima informasi maupun permintaan data terkait program tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budi Daya, Diskan Sampang Moh. Mahfud mengatakan, tim KKP memang sempat melakukan serap aspirasi dengan petambak garam di Sampang. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai keterlibatan daerah tersebut dalam program Segar.
"Mungkin hanya Pamekasan. Sampang masih belum dan tidak ada informasi awal untuk pengusulan," katanya, Jum'at (24/7/2026).
Dia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpunnya, Kabupaten Pamekasan menjadi satu-satunya daerah di Madura yang memperoleh program Segar pada tahun ini.
Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,9 miliar untuk pembangunan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari gudang garam nasional, gudang garam rakyat, saluran irigasi air laut, hingga mesin penunjang pengolahan garam.
Mahfud menyebut KKP menetapkan 10 provinsi sebagai lokasi pengembangan program Segar untuk mendukung percepatan swasembada garam nasional. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang mendapat program tersebut.
"KKP menunjuk 10 provinsi yang diharapkan bisa mempercepat swasembada garam. Jawa Timur masuk, buktinya Pamekasan dapat," ujarnya.
Padahal, menurut Mahfud, potensi produksi garam rakyat di Kabupaten Sampang cukup besar. Luas lahan tambak garam mencapai sekitar 3.200 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Sreseh, Pangarengan, Jrengik, Sampang, Camplong, Banyuates, dan Torjun.
"Sentra garam lebih besar Sampang, jika tidak termasuk lahan milik PT Garam," ungkapnya.
Dia menambahkan, bantuan terakhir dari KKP yang diterima petambak garam di Sampang diberikan pada 2020, berupa dukungan bagi Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) serta pembangunan gedung penyimpanan garam melalui koperasi.
Sementara pada tahun ini, bantuan yang diterima petambak hanya berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam bentuk alat penunjang produktivitas.
Mahfud memastikan akan terus menjalin komunikasi dengan KKP agar Kabupaten Sampang dapat memperoleh dukungan program pengembangan garam pada masa mendatang.
"Kami telah intens komunikasi dengan KKP, tapi sementara belum ada bantuan," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
10 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
10 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
12 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
12 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
12 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
12 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
12 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago





