Selasa, 13 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Penggerebekan Polisi di Camplong Sampang Viral, Warga Sempat Hadang Petugas

Syabilur Rosyad - Monday, 12 January 2026 | 08:15 AM

Background
Penggerebekan Polisi di Camplong Sampang Viral, Warga Sempat Hadang Petugas
Potongan video saat petugas cekcok dengan beberapa warga, Jum'at (9/1/2026). (Tangkap layar/)

salsabilafm.com - Puluhan aparat kepolisian melakukan penggerebekan di Desa Rabesen, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Aksi tersebut menjadi viral di media sosial setelah terekam dalam video amatir yang memperlihatkan petugas sempat dihadang oleh warga setempat.


Informasi yang dihimpun salsabilafm.com, peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/1/2026) siang. Saat itu, tim gabungan Polres Sampang melakukan penggerebekan terhadap dua Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penganiayaan terhadap petugas SPBU Camplong.


“Saat itu ada dua TKP yang menjadi sasaran. Pertama rumah seorang tokoh, dan kedua rumah saudara salah satu DPO berinisial MJ,” ujar sumber yang enggan namanya disebutkan, kepada salsabilafm.com, Senin (12/1/2026).


Namun, ketika petugas melakukan pemeriksaan di rumah MJ, polisi tidak menemukan DPO yang dicari. Sebaliknya, aparat menemukan barang haram yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dan langsung mengamankan MJ.


“Yang bersangkutan sempat melakukan perlawanan saat akan diamankan, tetapi tim tetap sigap dan berhasil membawanya ke dalam mobil,” ungkapnya.


Situasi sempat memanas ketika sejumlah warga terprovokasi dan mencoba menghadang kendaraan polisi yang membawa MJ. Ketegangan tak terhindarkan setelah salah satu anggota keluarga pelaku berteriak sehingga memicu reaksi warga sekitar.


“Iya, warga sempat terprovokasi dan menghadang kendaraan petugas. Namun, aparat akhirnya tetap berhasil mengamankan pelaku,” ujarnya.


Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kasatnarkoba Polres Sampang, Iptu Indarta, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Namun, ia belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci karena kasus masih dalam tahap penyelidikan.


“Penggerebekan memang benar, tetapi untuk penjelasan lebih lanjut mohon maaf karena masih tahap penyelidikan,” singkat Indarta. (Syad)