Pengantin Baru di Sampang Akan Diwajibkan Tanam Satu Pohon
Redaksi - Wednesday, 17 December 2025 | 06:52 PM


salsabilafm.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, tengah menyiapkan kebijakan baru untuk mendorong pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dirancang adalah penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) yang mewajibkan atau mendorong pasangan pengantin baru untuk menanam pohon.
Kebijakan tersebut akan dilakukan oleh Pemkab Sampang sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak awal pembentukan rumah tangga.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Ir. R.P. Muhammad Zis, mengatakan, program ini dirancang untuk mempercepat upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
"Kami sedang mengawal rencana Peraturan Bupati yang mendorong setiap pasangan pengantin baru untuk ikut berpartisipasi dalam penanaman pohon," katanya kepada salsabilafm.com, Rabu (17/12/2025).
Menurut Zis, pelaksanaan program tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sampang agar teknis penanaman dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Kebijakan ini tidak bersifat simbolis semata, melainkan ditujukan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup," ujarnya.
Terkait jenis tanaman, Pemkab tidak akan menyeragamkan. Penentuan jenis pohon akan disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi alam masing-masing kecamatan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.
"Target utamanya adalah memperbanyak tutupan hijau demi kelestarian lingkungan. Setiap wilayah bisa menanam komoditas yang paling sesuai dengan kondisi alamnya," jelasnya.
Dia berharap, kebijakan ini dapat menjadi pemantik lahirnya gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan sekadar program seremonial.
"Dengan begitu, upaya pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah," pungkasnya.
(Syad)
Next News

Pola Asuh Dulu vs Sekarang: Antara Tradisi, Teknologi, dan Perubahan Sosial
in 5 hours

Empati di Era Digital: Antara Koneksi Virtual dan Sentuhan Nyata
in 5 hours

Kenapa Banyak Orang Merasa Sendiri di Era Serba Terhubung?
in 5 hours

Budaya Antri di Era Sekali Klik: Antara Kesabaran dan Kecepatan Digital
in 5 hours

Peran Komunitas dalam Hidup Sehat: Dari Motivasi hingga Kesehatan Mental
in 5 hours

Etika Bertetangga di Perkotaan
in 5 hours

Tekanan Sosial untuk Sukses
in 5 hours

Fenomena Childfree
in 5 hours

Dampak Urbanisasi
in 4 hours

Peran Tetangga dalam Kehidupan Sosial
in 4 hours





