Senin, 1 Juni 2026
Salsabila FM
Kriminal

Pencurian Pompa Air Marak, Petani Tembakau di Sumenep Resah

Redaksi - Monday, 01 June 2026 | 06:44 AM

Background
 Pencurian Pompa Air Marak, Petani Tembakau di Sumenep Resah
Warung semi permanen tempat menyimpan mesin pompa air. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Petani tembakau di Desa Gapura Barat dan Desa Panagan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, resah akibat maraknya pencurian pompa air di awal musim tanam tembakau. 


Hingga saat ini, sedikitnya sekitar 10 pompa air dilaporkan hilang. Seluruh pompa itu digunakan petani untuk menyiram tanaman tembakau. 


Salah seorang petani di Desa Gapura Barat, Sofyan, mengaku menjadi korban pencurian. Pompa air berukuran 3 dim miliknya hilang sekitar dua hari lalu.




Dia menduga pencurian terjadi pada malam hari. Sebab, saat terakhir mengecek sawah pada sore hari, pompa tersebut masih berada di lokasi.


"Sore masih ada. Besok paginya sekitar pukul 05.30 WIB saya ke sawah, pompa sudah hilang," kata Sofyan, Senin (1/6/2026). 




Sofyan mengatakan, bukan hanya pompa miliknya yang raib. Sedikitnya tujuh pompa air milik petani lain di Desa Gapura Barat juga hilang dalam beberapa waktu terakhir


Seluruh pompa tersebut digunakan untuk menyiram tanaman tembakau yang baru mulai ditanam. 


"Yang saya tahu sudah sekitar tujuh pompa yang hilang di sini," tambahnya.




Hilangnya pompa air membuat petani kesulitan menyiram tanaman. Padahal, pada awal masa tanam, kebutuhan air sangat penting untuk menunjang pertumbuhan tembakau.


Atas kejadian itu, Sofyan mengaku telah melapor kepada kepala desa. Dia berharap ada langkah untuk membantu petani sekaligus meningkatkan keamanan di area persawahan. 




"Kami berharap ada solusi supaya petani bisa tenang bekerja," ujarnya. 


Kejadian serupa juga terjadi di Desa Panagan. Seorang petani berinisial AN mengaku mendengar laporan kehilangan pompa air dari sejumlah petani di desanya. Dia tidak mengetahui jumlah pasti pompa yang hilang. Namun, dari informasi yang diterimanya, jumlahnya lebih dari tiga unit.


"Kalau di Panagan juga banyak yang hilang. Setahu saya lebih dari tiga pompa," kata dia. 




Menurut warga, pompa air berukuran 3 dim relatif mudah dibawa karena dapat diangkat oleh satu orang. Hal itu diduga memudahkan pelaku menjalankan aksinya di area persawahan yang sepi pada malam hari. 


Hingga kini, pelaku pencurian belum diketahui. Sebagian warga memilih tidak melapor ke polisi karena menganggap prosesnya rumit dan pesimistis barang yang hilang dapat ditemukan kembali. 




Meski demikian, para petani berharap ada perhatian dari pemerintah desa maupun aparat keamanan untuk mencegah pencurian kembali terjadi.


Mereka khawatir, aksi serupa terus berulang dan mengganggu perawatan tanaman tembakau yang baru memasuki awal musim tanam. "Kerugian petani diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah," jelasnya. (*)