Pelajar SMK di Sampang Tersengat Listrik saat Parkir Motor
Ach. Mukrim - Monday, 13 April 2026 | 02:35 AM


salsabilafm.com - Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Rafi (17) tersengat aliran listrik saat hendak memarkirkan sepeda motornya di depan Sekolah Dasar (SD) Al-Madani, Jalan Selong Permai, Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Insiden tersebut diduga dipicu oleh adanya kabel listrik terbuka yang menempel pada tali penarik (kawat stayer) tiang listrik di lokasi kejadian.
Ketua RT setempat sekaligus saksi mata, Sugiarto, menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban menurunkan standar motornya. Tanpa disadari, bodi kendaraan menyentuh tali penarik tiang yang sudah teraliri arus listrik dari sambungan kabel yang terkelupas di bagian atas.
"Di atas tali itu ada sambungan kabel yang terbuka. Saat motor diparkir dan standar diturunkan, motornya menyentuh tali penarik tiang, lalu korban langsung tersetrum dan jatuh," katanya, Senin (13/4/2026).
Sugiarto yang saat itu sedang melakukan kerja bakti di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan pertama. Namun, dia mengaku sempat ikut terpental karena merasakan aliran listrik saat memegang motor korban.
Demi memutus kontak arus, Sugiarto terpaksa menarik kendaraan menggunakan sandal dan menendang tubuh korban agar terlepas dari sumber listrik.
"Saya pegang motornya ternyata masih ada setrumnya. Untung ada sandal, jadi saya tarik pakai sandal. Tubuh korban saya tendang supaya terlepas," imbuhnya.
Dia menyebut, kondisi korban cukup mengenaskan saat kejadian. Kaki korban mengalami luka bakar serius setelah menyentuh besi yang tertancap di tanah. Kakinya sampai luka dan bahkan sempat keluar asap.
"Akibat sengatan tersebut, korban sempat tidak sadarkan diri selama beberapa menit sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat," sebutnya.
Terpisah, orang tua korban, Pandi, mengonfirmasi, putranya kini telah melewati masa kritis dan sedang dalam observasi medis. Meski kondisi fisik dinyatakan stabil, terdapat luka bakar di bagian kaki.
"Alhamdulillah sudah sadar. Kata dokter kondisi fisiknya normal, tinggal observasi satu sampai dua hari. Bagian kakinya hitam seperti terbakar," pungkas Pandi. (Mukrim)
Next News

Warga di Sampang Keluhkan Jalan Poros Desa Rusak Parah, Kades: DD Alami Pemangkasan
10 hours ago

Pasca Ambruk, SDN Pangilen Terpaksa Lakukan KBM di Luar Kelas
10 hours ago

Belasan CJH Sumenep Batal Berangkat Haji, Kondisi Kesehatan Jadi Faktor Utama
10 hours ago

Harga Minyak Goreng Curah di Sumenep Melonjak, Ini Penyebabnya
10 hours ago

Diserempet Dump Truk, Lansia 67 Tahun di Pamekasan Meninggal Dunia
10 hours ago

Harga Plastik Melonjak, Pengusaha Jasa Laundry di Bangkalan Lakukan Penyesuaian Harga
10 hours ago

2 Cicit Syaikhona Cholil Bangkalan Akan Deklarasikan IHSAN di Hari Santri 2026
10 hours ago

Dorong Percepatan Digitalisasi dan Efisiensi Energi, Pemkab Sampang Terapkan WFH Tiap Jum'at
14 hours ago

Tiba di Pamekasan, Haji Her Disambut Ribuan Warga
6 hours ago

Ketua PCNU Pamekasan: Pengusaha Tembakau Jantung Para Petani
6 hours ago




