PDIP Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Guntur Romli: Pengebirian Hak Politik Rakyat
Redaksi - Sunday, 04 January 2026 | 07:05 AM


salsabilafm.com – Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, menegaskan sikap partainya yang menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Wacana Pilkada via DPRD kembali mengemuka belakangan ini.
Menurut Guntur, mekanisme Pilkada langsung yang selama ini berjalan merupakan perwujudan nyata dari kedaulatan rakyat. Sebaliknya, Pilkada melalui DPRD dinilai sebagai langkah yang menghilangkan hak politik masyarakat.
"PDI Perjuangan menolak Pilkada melalui DPRD dan tetap konsisten menginginkan Pilkada langsung. Kenapa? Karena Pilkada langsung adalah bentuk kedaulatan rakyat yang sebenarnya, keterlibatan rakyat secara langsung. Sedangkan Pilkada melalui DPRD merupakan pengebirian terhadap hak politik rakyat," ujar Guntur dalam sebuah video, Sabtu (3/1/2026).
Guntur juga menilai wacana tersebut tidak relevan untuk dibahas saat ini. Dia mengingatkan bahwa pelaksanaan Pilkada berikutnya masih cukup lama, yakni diperkirakan pada 2031.
"Kok tega-teganya memperbincangkan soal Pilkada yang masih jauh? Kenapa partai-partai politik tidak fokus saja pada penanggulangan bencana, khususnya di Sumatra?" kata Guntur.
Dia menilai, wacana Pilkada melalui DPRD justru berpotensi memicu kemarahan publik karena dianggap merampas hak politik rakyat.
"Jangan malah memantik kemarahan rakyat dengan mencoba mengambil hak politik mereka melalui Pilkada DPRD," lanjutnya.
Wacana Pilkada melalui DPRD kembali mencuat setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyuarakannya dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) lalu.
Sebelum itu, gagasan serupa juga disampaikan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra. Sejauh ini, sejumlah partai politik di DPR yang mendukung wacana Pilkada melalui DPRD antara lain Gerindra, Golkar, PAN, PKB, dan NasDem.
Sementara itu, Partai Demokrat menyatakan penolakan terhadap wacana tersebut, sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih mengkaji lebih lanjut. (*)
Next News

Prediksi Musim Hujan Indonesia 2026: Tanggal Akhir Musim Hujan dan Dampaknya
in 2 hours

MPJ Regional Madura Raya Wilayah Sampang Gelar Ngopi Bareng
10 hours ago

Perantau Sumenep Pulang Lebih Awal, Hindari Kepadatan Arus Mudik Lebaran
13 hours ago

Pemkab Siapkan Bus Gratis untuk Pemudik Tujuan Bangkalan, Kouta Dibatasi 200 Orang
a day ago

KPK Naikkan Status Perkara OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Penyidikan
a day ago

Terima 300 Drum Aspal dari Pemprov Jatim, Bupati Sampang Akan Prioritaskan Akses Jalan Pesantren
a day ago

Konflik Meluas, Warga Sampang di Timur Tengah Diminta Segera Merapat ke Kedutaan
a day ago

Soroti Video Asusila Remaja, Mahfud: Perbuatan Tidak Terpuji, Pantas Diberi Hukuman
a day ago

Pemuda Ditemukan Tergeletak di Bawah Jembatan JLS Sampang
a day ago

AJI Indonesia Perkuat Kapasitas Jurnalis di Jawa Timur Hadapi Manipulasi Informasi Digital
a day ago





