PCNU Sampang Gelar Puncak Hari Santri Nasional 2025, Ribuan Santri Padati Alun-Alun Trunojoyo
Ach. Mukrim - Saturday, 01 November 2025 | 12:51 PM


salsabilafm.com – Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang di Alun-Alun Trunojoyo, Jumat (31/10/2025), berlangsung meriah dan khidmat. Ribuan santri dari berbagai pesantren dan wilayah di Kabupaten Sampang hadir memeriahkan acara tersebut.
Ketua PCNU Sampang, KH. Moh Itqan Bushiri, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan, peringatan Hari Santri bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan jati diri santri sebagai pejuang agama dan bangsa.
"Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan seremonial. Ia adalah nafas perjuangan yang mengalir dari darah para ulama dan santri sejak ditetapkannya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945," ujarnya.
Ketua PCNU Sampang dua periode itu juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya 67 santri Pondok Pesantren Al-Ghozini Buduran, Sidoarjo, yang meninggal dunia dalam perjalanan menuntut ilmu. Ia menyebut para santri tersebut sebagai syuhada yang gugur di jalan Allah.
"Mereka bukan hanya korban peristiwa, tapi syuhada yang gugur dalam perjalanan mencari ridha Allah. Duka mereka adalah luka kita bersama, dan doa kita malam ini tertuju bagi mereka," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyinggung munculnya pernyataan-pernyataan yang merendahkan ulama dan pesantren yang ditayangkan oleh satu stasiun televisi. Menurutnya, pesantren tidak akan membalas hinaan dengan kebencian, melainkan dengan ilmu dan ketulusan.
"Jika hari ini pesantren kembali dihina, biarlah dunia tahu bahwa pesantren tidak pernah membalas dengan kebencian. Pesantren berdiri bukan untuk melawan siapa pun, tetapi untuk menerangi siapa pun," tegasnya.
"Santri tidak menjawab dengan kemarahan, tetapi dengan ilmu dan ketulusan. Selama kitab kuning masih dibaca, adzan masih berkumandang, dan santri masih menundukkan kepala di hadapan gurunya, pesantren tidak akan pernah runtuh," imbuhnya.
Ia menilai, pihak-pihak yang melontarkan hinaan terhadap pesantren dan santri adalah mereka yang tidak memahami makna pengabdian sejati dan adab terhadap guru.
"Mereka yang tidak mengerti makna pengabdian berani menyebut santri sebagai budak. Mereka yang tak paham apa itu adab berani menuduh pesantren sebagai tempat feodalisme," tegasnya.
Padahal, lanjut Kiai Itqan, dari pesantrenlah bangsa Indonesia belajar arti kesetiaan, pengabdian, dan cinta kepada tanah air. Pesantren telah membuktikan perannya sebagai lembaga yang melahirkan generasi berilmu, beradab, dan berjiwa nasionalis.
Ia juga mengajak seluruh santri untuk terus menjaga tradisi keilmuan dan pengabdian sebagaimana yang telah diwariskan para ulama terdahulu.
"Dari pesantrenlah bangsa ini belajar arti kesetiaan, pengabdian, dan cinta kepada tanah air," tandasnya.
Di akhir sambutan, Kiai Itqan Busiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Kabupaten Sampang.
"Terima kasih kami sampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sampang beserta jajaran, serta semua pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan doa sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik dan penuh makna," pungkasnya.
Acara itu dihadiri oleh Khatib Syuriah PBNU, KH Reza Ahmad Zahid, Bupati Sampang, Slamet Junaidi, Wabup Sampang Ahmad Mahfud, jajaran pengurus PCNU Sampang, para kiai, ibu nyai, santri, pelajar, mahasiswa, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sampang. (Mukrim)
Next News

Harga Daging Sapi di Pamekasan Turun Jelang Iduladha
10 hours ago

Tabrakan dengan Truk Molen, Microbus di Pamekasan Nyemplung ke Sawah
14 hours ago

Bupati Sampang: Dekopinda Mitra Strategis Pemerintah Daerah Kawal Koperasi Desa Merah Putih
14 hours ago

Kunjungi Radio Salsabila FM, Klinik Mata Sampang Tawarkan Program Edukasi Kesehatan Mata
14 hours ago

Anggota TNI AL Asal Bangkalan Tewas di KRI Radjiman, Keluarga Ungkap Sejumlah Kejanggalan
14 hours ago

Pasangan Tunawicara di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Ini Penerima Tepat Sasaran
15 hours ago

Perpustakaan Sampang Minim Fasilitas Disabilitas, Koleksi Braille Mulai Disediakan
17 hours ago

Terdampak Efisiensi, Payung Elektrik Alun-Alun Trunojoyo Sampang Beroperasi Terbatas
17 hours ago

Bersama Pertamina Patra Niaga, Pesanggrahan Tumbuh Menuju Kampung Berkelanjutan
11 hours ago

Data Kekeringan Belum Lengkap, BPBD Sampang Belum Bisa Pastikan Jumlah Bantuan Air
2 days ago





