PCNU Sampang Akan Lakukan Riset Sejarah NU, Kiai Itqon: Minimal Ada Ensiklopedianya
Syabilur Rosyad - Tuesday, 20 May 2025 | 05:15 PM


salsabilafm.com – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, KH. Moh. Itqon Bushiri menyampaikan perlunya melakukan riset dan penelitian sejarah NU di kota Bahari. Hal itu untuk mengungkap fakta-fakta sejarah NU yang belum tercatat.
"Sebenarnya kita sudah lama ingin mengulas tentang sejarah awal mula berdirinya NU di kabupaten Sampang,
minimal NU Sampang ada ensiklopedianya," katanya, saat membuka acara pelatihan riset sejarah NU Sampang di auditorium Bumi Tegal Ombo, STKIP-PGRI Sampang, Selasa, (20/5/2025).
Dia mengungkapkan, Sampang pernah didatangi langsung oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari, namun sejarah ini tidak tercatat. Disebutkan dalam ensiklopedia PBNU bahwa KH Hasyim Asy'ari pernah singgah di Sampang, dan ada hubungan dengan keluarga KH Hasan Abrori melalui kakeknya, Kyai Khotib.
PCNU Sampang, kata Kiai Itqon, telah mengadakan lomba tulisan sejarah NU pada periode 2018. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk membuktikan dan mengurutkan sejarah berdirinya NU secara lengkap. Saat ini, PCNU Sampang hanya memiliki AD/ART dan Perkum sebagai modal, dan tetap berpegang teguh pada ajaran NU untuk membangun kesadaran beragama, berbangsa, dan bernegara.
"Kita teruskan tradisi kuno NU seperti bahsul masail dalam setiap kegiatan, dan alhamdulillah sudah tercatat dalam kitab Ahkamul Fuqaha, sehingga setiap kegiatan bahsul masail dapat terdokumentasi dengan baik," ungkapnya.
Dia berharap, kegiatan riset sejarah NU ini tidak hanya bersifat seremonial, tapi dapat menjadi bukti sejarah yang bermanfaat bagi generasi mendatang. Karenanya, dia berterima kasih kepada Lembaga Ta'lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Sampang yang telah menggelar pelatihan riset sejarah Nahdlatul Ulama.
"Acara ini tidak merepotkan PCNU Sampang dan hanya meminta dukungan doa. Kami harap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi saat ini untuk mengetahui sejarah perjuangan para ulama pendahulu yang luar biasa," harapnya.
"Kita laksanakan niatan ini bukan untuk komersial, tapi agar perjuangan para ulama pendahulu kita dapat dibaca dan ditelaah oleh generasi saat ini dan mendatang. Perjuangan mereka sangat luar biasa, dengan keterbatasan seperti tidak ada kendaraan, hanya jalan kaki, dan berdakwah dengan menggunakan kuda. Sejarah ini perlu ditulis dan diceritakan agar tidak terlupakan," sambungnya, mengakhiri sambutan. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
17 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
17 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
17 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
17 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
17 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
17 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
17 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
17 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
17 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





