Online Tapi Ada Loket Karcis
Redaksi - Monday, 06 July 2026 | 12:47 PM


Oleh: Pietra Widiadi
Perjalanan ke Pulau Raas, Madura bisa ditempuh dari dua pintu, satu di pelabuhan Jangkar, Asembagus, Situbondo dan pelabuhan Kalianget, Sumenep. Dari Malang berangkat tengah malam, sampai Jangkar, pada waktu subuh. Perjalanan kedua buatku, setelah bulan sebelumnya balik dari Sapudi, turun di Jangkar.
Raas adalah salah satu pulau yang warganya banyak bekerja di luar pulau, terutama di Jawa dan Bali. Pulau yang sepertinya tidak memiliki aset untuk berkembang tapi memiliki pejuang kehidupan di perantauan. Salah satunya usaha Madura Mart.
Keanehan Mendapatkan Tiket
Ke pelabuhan Jangkar, perjalanan ditempuh hampir 7 jam dari Malang. Pukul 03.00 dini hari masuk kawasan pelabuhan Jangkar, Asembagus. Di jalan menuju pelabuhan nampak beberapa kios tiket online. Kios tiket online aneh kan, belum di depan kios ini?
Keanehan mendapatkan tiket aku temui dalam berepa hari sebelumnya. Aku sudah mencari tiket ke Raas secara online, karena ada informasi dari WA ASxx Indonesia Ferry. Tetapi sepertinya ini cuman jebakan, di mana perusahan milik negara ini membuat seolah tiket dapat diperpleh secara online. Sepertinya jalur pembelian tiket ini tidak bisa diakses karena pilihan jam berangkat tidak ada sehingga proses ditolak.
Tiket Habis
Pencarian tiket tidak didapat dari Jangkar meski ada loket. Biasanya di Kaliangat tiket diperoleh meski dengan antrean. Pada pukul 04.00 dini hari, dari loket resmi diberitahu bahwa nanti tiket akan diantar. Aneh ke tiga, petugas loket antar tiket online. Kok petugas loket mengantar tiket ke penumpang?, keanehan berikutnya.
Pukul 06.30, petugas loket yang janji antar tiket tidak muncul. Jadi kita ke loket lagi, petugas langsung bilang "ketemu di pintu boarding". Setelah masuk pintu pelabuhan gelagak jelek ini, tiket tidak diberi tapi bayar Rp80.000. Artinya membayar lebih mahal dari seharusnya Rp49.000.
Alasannya tiket habis, dan kita jadi penumpang gelap. Tanpa tiket bayar lebih mahal dan punya pasword nama dan no WA petugas yang memasukkan kapal tanpa tiket. Jarak tempuh Jangkar - Raas ditempuh 4 jam, hal yang sama kalau berangkat dari Kalianget, ditambah perasaan tidak nyaman.
Pelayanan Negara yang Tidak Melindungi
Waktu masuk kapal dibantu oleh tukang becak yang mengantar kami dari luar ke kapal. Aku tanya kok tidak ada tiket? jawab tukang becak ini tiket KKN. Tiket Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Begitu terbuka istilah itu, dan seperti tak memiliki konsekuensi pada penumpang gelap.
Keluhan lewat WA asxx191 juga gak ada gunanya karena ketika melaporkan ulah petugas dan layanan, applikasi jadi stuck (macet). Keselamatan bukan hal yang utama dalam angkutan publik laut ini. Banyak yang bayar lewat petugas yang bermain peran jadi calo dan penjamin. Petuga yang menjaga ada tentara, polisi pelabuhan dan petugas usaha kapal atas nama ASxx. Seperti kongkalikong dan tahu sama tahu.
Keselamatan bukan yang utama, KKN menjadi legal dan penumpang tidak dilindungi. (*)
Next News

Kecelakaan Beruntun di Sampang, Truk Box dan Minibus Masuk Sawah
7 hours ago

BIAS di Sampang Diperpanjang hingga September, Cakupan Imunisasi Masih Rendah
7 hours ago

Air PDAM Sampang Asin dan Berbau Sejak 2023, Hampir 1.000 Pelanggan Terdampak
a day ago

Komisi III DPRD Sampang Minta Pokir PJU Rp15 Miliar Dikaji Ulang, Ini Alasannya
a day ago

Antisipasi Pungli, Dispendukcapil Sampang Imbau Warga Urus KTP Hilang Tanpa Calo
a day ago

Sanggar Tari di Sampang Belum Dapat Dana Hibah, Pemkab: Terkendala Fiskal
a day ago

Berawal dari Kreativitas Pemuda, TFC Siap Gelar Pagelaran ke-6 untuk Lestarikan Budaya Nusantara
a day ago

Maulid Nabi 2026 Ditetapkan Sebagai Libur Nasional, Cek Jadwal Lengkapnya
a day ago

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air Bersih
a day ago

Ratusan Relawan Madura Akan Berangkat ke Jakarta Bela Program Prabowo
2 days ago




