Desa Mandiri di Sampang Bertambah Jadi 25, DPMD: Sebelumnya Ada 13
Ach. Mukrim - Sunday, 05 July 2026 | 06:51 AM


salsabilafm.com - Jumlah desa berstatus mandiri di Kabupaten Sampang terus bertambah. Pada 2025, sebanyak 12 desa berhasil naik status sehingga total desa mandiri kini mencapai 25 desa. Meski demikian, mayoritas desa di wilayah tersebut masih berstatus pemula.
Kepala Bidang Penataan dan Kerja Sama Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang Abd Hadi Purnomo mengatakan, pemerintah terus mendorong peningkatan status desa melalui berbagai pembinaan dan pendampingan.
"Pada tahun lalu ada tambahan desa yang naik status menjadi desa mandiri," katanya, Minggu (5/7/2026).
Hadi menjelaskan, 12 desa yang berhasil naik status pada 2025 di antaranya Desa Mandangin dan Desa Gunung Maddah, beserta 10 desa lainnya. Sebelumnya, Kabupaten Sampang hanya memiliki 13 desa mandiri.
"Sekarang totalnya menjadi 25 desa," jelasnya.
Menurut Hadi, desa-desa yang naik status tersebut sebelumnya merupakan desa berkembang. Saat ini, jumlah desa berkembang di Kabupaten Sampang sekitar 80 desa. Sementara itu, sebagian besar desa lainnya masih berstatus desa pemula.
"Selebihnya masih berstatus desa pemula dan jumlahnya masih mendominasi," ucapnya.
Dia mengakui upaya meningkatkan status desa masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada desa-desa yang berstatus pemula. Salah satunya adalah masih adanya anggapan bahwa desa yang telah berstatus mandiri tidak lagi menjadi prioritas pemerintah dalam penyaluran bantuan.
"Padahal justru sebaliknya. Desa yang mandiri akan lebih diprioritaskan dalam memperoleh bantuan," tegasnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, DPMD melakukan pendekatan kepada desa-desa yang dipimpin penjabat (Pj) kepala desa. Menurut Hadi, Pj kepala desa yang berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) cenderung lebih terbuka dalam menerima arahan dan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.
Di sisi lain, upaya sosialisasi kepada pemerintah desa belum dapat dilakukan secara maksimal. Menurut Hadi, kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran yang membatasi pelaksanaan kegiatan pembinaan.
"Pemerintah pusat memang mendorong desa agar menjadi mandiri. Hanya saja, sosialisasi yang kami lakukan juga terbatas karena adanya efisiensi anggaran," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Kembali Latih Santri Tangguh Bencana
a day ago

Ribuan Warga Pulau Pagerungan Kecil Sumenep Segera Nikmati Listrik
a day ago

Nelayan Pamekasan Dilaporkan Hilang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
a day ago

Ari Adriansyah Sampang Lolos Top 42 D'Academy 8, Dapat 3 SO dari Juri
a day ago

Ormas Gaib Desak PLN Benahi Tiang Miring dan Tegangan Turun
a day ago

MUI Sampang Minta DPRD Dukung RUU Pidana LGBT Masuk Prolegnas
a day ago

Marak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual, MUI Sampang: Fenomena Gunung Es
a day ago

Pengawasan Program MBG di Sampang Diperketat, Wabup: Penindakan Kewenangan BGN Pusat
a day ago

PCNU Sampang Salurkan Air Bersih ke 4 Desa Terdampak Kekeringan di Karang Penang
a day ago

PCNU Sampang Gelar Silaturahim dan Istighotsah Sambut Muktamar NU ke-35
a day ago




