Sabtu, 17 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Nelayan Bangkalan Seminggu Tak Melaut Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan Meroket

Redaksi - Saturday, 17 January 2026 | 06:53 AM

Background
 Nelayan Bangkalan Seminggu Tak Melaut Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan Meroket
Nelayan di Bangkalan saat menata perahunya. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Ratusan nelayan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memilih tidak melaut akibat cuaca buruk dalam sepekan terakhir. Akibatnya hasil tangkapan minim dan harga jual ikan meroket. Kondisi angin dan ombak kencang membuat nelayan enggan mengambil risiko.


"Kami tidak berani melaut karena cuaca buruk," ujar salah satu nelayan di Kecamatan Arosbaya, Bilal Kurniawan, Jumat (16/1/2026). 


Beberapa nelayan yang nekat menebar bubu atau alat tangkap di laut juga mengalami kerugian. Sebab, alat tersebut rusak akibat tidak dapat segera diambil.


"Namun karena cuaca buruk, ada juga yang sampai seminggu lebih tidak diambil, ada juga yang sampai rusak," terang Bilal.


Akibat minimnya pendapatan, para nelayan terpaksa mengandalkan tabungan atau meminjam kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan hidup.


"Ya kami hanya bisa menunggu cuaca membaik. Karena kami takut keselamatan kami terancam," imbuh Bilal.


Situasi ini berdampak pada kenaikan harga ikan segar di pasar. Nelayan asal Kecamatan Klampis, Rosid, melaporkan kenaikan harga mencapai 30 persen.


"Seperti mayong sekarang Rp 45 ribu per kg, biasanya itu Rp 30 ribuan. Lalu ikan Taragan, biasanya Rp 20 ribuan sekarang jadi Rp 30 ribu. Kalau ikan lancaran juga naik, biasanya Rp 16 ribu sekarang Rp 25 ribu perkilonya," ungkapnya. 


Harga tersebut merupakan harga dari nelayan kepada tengkulak, yang nantinya akan kembali meningkat saat dijual di pasar. Dalam sekali melaut, perahu Rosid dapat menghasilkan 60 kg hingga 100 kilogram ikan, meskipun harus menghadapi risiko ombak dan angin kencang. 


"Memang berisiko. Namun kami harus tetap bertahan," ucapnya. (*)