Nani Afrida: Pers di Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja
Syabilur Rosyad - Sunday, 04 May 2025 | 12:50 PM


salsabilafm.com – Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Nani Afrida, menyoroti rendahnya kemerdekaan Pers di Indonesia. Menurut dia,
kebebasan pers masih memprihatinkan. Sebab, sejak Januari hingga April 2025, ada 35 kasus kekerasan terhadap jurnalis di seluruh wilayah Indonesia.
"Hal itu menjadi acuan kita bahwa kemerdekaan dan kebebasan pers di Indonesia masih memprihatinkan," kata Nani, saat menghadiri Salsa Talkshow, Sabtu (3/5/2025).
Dijelaskan, jika mengacu pada Index Kebebasan Pers di dunia, Indonesia berada di peringkat 127 dari 180 negara pada tahun 2024. Posisi itu jelas menurun drastis dibanding tahun 2023 yang berada di peringkat 111.
"Ini penurunan yang signifikan, karena turun sampai dua digit. Dan itu menunjukkan bahwa pers di Indonesia sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.
Menurutnya, hal itu diakibatkan adanya impunitas dalam kasus kekerasan terhadap jurnalis. Kekerasan yang terjadi, sering kali tidak ditindak tegas oleh Aparat Penegak Hukum (APH) hingga kejadian serupa terus berulang.
"Yang jadi faktor lain adalah Undang-undang belum berpihak pada jurnalis. Malah, sering kali menjadi bumerang bagi teman-teman jurnalis sendiri," lanjut dia.
Faktor lainnya merupakan ketidaktahuan masyarakat terhadap aturan kerja jurnalis. Dimana, setiap kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-undang Pers tahun 1999.
"Sering kali setiap masyarakat yang tidak terima dengan hasil kerja jurnalis bukan mengadukan pada Dewan Pers, tapi dihakimi sendiri," ujarnya.
Dia juga menyinggung soal peringkat salah satu instansi APH malah menjadi peringkat pertama dalam melakukan kekerasan terhadap jurnalis.
"Malah instansi Kepolisian RI yang selalu menjadi peringkat pertama dalam melakukan kekerasan terhadap jurnalis. Ada beberapa kasus polisi main hakim sendiri tapi malah berujung hanya minta maaf. Itu yang harus kita soroti bersama," tegasnya.
Nani berharap Jurnalis di seluruh Indonesia tetap semangat berjuang dengan mengedepankan prinsip independensi sebagai pelayan informasi terhadap publik.
"Saya juga sangat berharap teman-teman jurnalis, khususnya di Kabupaten Sampang agar tetap berpegang teguh pada independensi dalam bekerja," tutupnya. (Syad)
Next News

Tinjau Sekolah Ambruk di Bangkalan, Mendikdasmen Targetkan Perbaikan Rampung Tahun Ini
6 hours ago

BNNP Jatim Sebut Bangkalan Jadi Target Peredaran Narkoba
6 hours ago

PMI Asal Bangkalan Dipulangkan dari Taiwan dan Malaysia
6 hours ago

Disnaker Sebut Jumlah 14.744 Pengangguran di Sampang Tergolong Masih Rendah
6 hours ago

Gelar Paripurna LKPJ, DPRD Sampang Soroti dan Apresiasi Capaian Kinerja Pemkab 2025
6 hours ago

11 Ribu Pekerja Rentan di Sumenep Dapat Perlindungan Sosial
6 hours ago

PMII Sampang Sebut Tambang Galian C Picu Banjir dan Kerusakan Lingkungan
6 hours ago

Krisis Ekologis di Sampang, Ketua KOPRI PKC PMII Jatim: Perempuan Pihak Paling Terdampak
6 hours ago

Jelang Iduladha, Sumenep Perketat Pengawasan dan Aktivitas Jual Beli Hewan Kurban
6 hours ago

Kementan Gencarkan Tanam Serentak di Sumenep
6 hours ago





