Masyarakat Pulau Madura Antusias Kunjungi Museum Rosululloh Kota Probolinggo
SalsabilaNews - Sunday, 15 November 2020 | 12:34 PM



Bertepatan dengan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2020, Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin melaunching Museum Rosulullah Kota Probolinggo.
Sejak dilaunching, museum yang berisikan artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya itu, tidak pernah sepi dari para pengunjung, bahkan mayoritas dari luar Probolinggo.
Manager Museum Probolinggo, Deka mengaku tidak menduga antusiasme masyarakat diluar Probolinggo begitu luar biasa terhadap dibukanya Museum Rosulullah.
"Belum satu bulan, tapi alhamdullah antusiasme masyarakat dari hari ke hari semakin baik, awalnya kami mengira pengunjung hanya sekitar tapal kuda Probolinggo, tapi alhamdulillah dari pulau madura setiap hari luar biasa," jelasnya, Sabtu (14/11/20).
Deka menyampaikan, keaslian benda-benda bersejarah di Museum Rosulullah terjamin kesanad-annya dengan hasil laboratorium yang membuktikan bahwa semuanya merupakan peninggalan Rosululloh.
"Yang ditampilkan adalah benda dari sahabat Rosululloh dan yang melekat di baitullah Masjid Nabawi seperti di Raudoh. Lebih spektakuler lagi adalah benda asli peninggalan Nabi Muhammad SAW, baik yang pernah digunakan beliau ataupun berada di lingkup beliau," ungkapnya.
Benda tersebut didatangkan dari hasil kerjasama sebuah konsorsium "Indonesia Merindu" dengan pemerintah kota Probolinggo.
"Yakni berasal dari Prof. Abdul Manan Embong Malaysia yang telah meneliti benda-benda tersebut selama 30 tahun," jelasnya.
Hasan, pengunjung asal Sampang Madura mengaku bersyukur dengan adanya Musim Rosulullah Probolinggo.
"Alhamdulillah meski jauh-jauh dari Sampang, saya sangat bersyukur bisa melihat peninggalan Rosulullah," ucapnya.
Berikut beberapa potret benda bersejarah yang terdapat di Museum Rosulullah Probolinggo:



Reporter : Ahmad Bashori.
Next News

Ketika Hidup Diukur dari Hidup Orang Lain
in an hour

Krisis Kepercayaan Publik: Ketika Transparansi Kalah oleh Kepentingan
in an hour

Mengapa Kita Takut Gagal? Antara Budaya Prestasi dan Pola Pikir Negatif
in an hour

Stigma Terhadap Kesehatan Mental: Kerap Mengunci Jiwa Kita
in an hour

Overthinking: Apa Itu dan Kenapa Kita Terjebak?
in 40 minutes

Budaya Kerja Keras vs Work-Life Balance: Siapa yang Beruntung?
in 35 minutes

Perubahan Nilai Moral: Dari Tradisi ke Era Digital
in 30 minutes

Melihat dengan Cara yang Berbeda: Tentang Disabilitas dan Kemanusiaan
in 25 minutes

Kenapa Sahabat Itu Penting? Karena Hidup Tidak Bisa Dijalani Sendirian
in 20 minutes

Toxic Relationship pada Remaja dan Dewasa Muda: Perspektif Psikologis dan Sosial
in 15 minutes





