Rabu, 7 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Lumpuh Akibat Banjir, Hari Pertama Masuk Sekolah di SMPN 6 Sampang Diganti Kerja Bakti

Ach. Mukrim - Monday, 05 January 2026 | 07:41 AM

Background
Lumpuh Akibat Banjir, Hari Pertama Masuk Sekolah di SMPN 6 Sampang Diganti Kerja Bakti
Kerja Bakti di SMP Negeri 6 Sampang (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada hari pertama masuk sekolah usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di SMP Negeri 6 Sampang dipastikan lumpuh total, Senin (5/1/2026). Seluruh ruang kelas terendam banjir luapan Sungai Kemuning, memaksa pihak sekolah mengganti jam pelajaran dengan kerja bakti.


Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air setinggi rata-rata 30 sentimeter masih merendam hampir seluruh area sekolah. Akibatnya, meja dan kursi belajar tidak dapat digunakan karena tertutup lumpur pekat sisa luapan air yang terjadi sejak Minggu siang.


Kepala SMP Negeri 6 Sampang, Nur Fatmawati, mengatakan, meski kegiatan akademik di dalam kelas terhenti, momen kerja bakti ini secara tidak langsung menjadi ruang edukasi bagi para siswa mengenai kepedulian lingkungan dan ketangguhan bencana. 


"Kondisi ini merupakan tantangan menahun yang harus dihadapi pihak sekolah setiap kali intensitas hujan di hulu meningkat," katanya.


Dia menargetkan seluruh proses sterilisasi ruangan rampung sebelum petang, sehingga para siswa dapat kembali mengenakan seragam mereka untuk memulai pelajaran perdana pada esok hari. Hampir seluruh fasilitas pendidikan di sekolah tersebut terdampak, kecuali ruangan yang posisinya lebih tinggi.


"Hanya ruang lab komputer dan ruang seni yang tidak masuk air. Sebanyak 9 kelas dan 7 ruangan lainnya terendam. Karena kondisi ini, KBM ditiadakan dan diganti dengan pembersihan ruang kelas dari sisa lumpur," lanjutnya.


Di tengah keterbatasan personel, puluhan anggota dari Polres Sampang yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Hartono turun ke lokasi untuk membantu percepatan pembersihan. Personel dari Satuan Samapta dan Satlantas berbaur dengan para guru dan siswa yang rumahnya tidak terdampak banjir untuk mengangkat bangku dan mengepel lantai.


Kapolres Sampang, AKBP Hartono, menjelaskan, pengerahan personel ini merupakan respons cepat kepolisian untuk membantu dunia pendidikan.


"Kami mengerahkan anggota untuk membantu siswa agar proses pembersihan cepat selesai. Harapannya, aktivitas pendidikan bisa segera berjalan normal kembali," kata Hartono.


Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin melaporkan, banjir di wilayah kota mulai berangsur surut, meski genangan masih ada di beberapa titik, akses utama seperti Jalan Raya Panggung kini sudah dapat dilalui kendaraan.


"Kami berharap cuaca di hulu sungai membaik agar sisa banjir tidak kembali naik, sehingga siswa dapat segera kembali ke bangku sekolah pada esok hari," ucap Hozin. (Mukrim)