Longsor di Pamekasan: 40 KK Terisolir, 10 Siswa Digendong Lintasi Bukit ke Sekolah
Redaksi - Saturday, 17 January 2026 | 06:58 AM


salsabilafm.com - Sebanyak 10 siswa asal Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, kesulitan mengakses sekolah mereka usai longsor yang terjadi pada Kamis, (15/1/2026). Selain itu, 40 Kepala Keluarga (KK) terisolasi akibat jalan tertutup longsor.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Imammuddin, mengatakan, 10 siswa tersebut kesulitan menjangkau sekolah mereka karena longsor menutup akses jalan. "Kurang lebih ada 10 siswa yang kesulitan akses pendidikan," katanya, Sabtu (17/1/2026).
Menurut dia, 10 siswa itu adalah siswa Taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan siswa Madrasah Tsanawiyah (Mts). Imammuddin menceritakan, sejumlah warga juga harus mengantar anaknya dengan berjalan kaki dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
"Mereka diantar dengan jalan kaki. Sebagian digendong karena jaraknya cukup jauh," ujarnya.
Dia mengungkapkan, siswa SD harus berjalan kaki ke Dusun Paseset Barat. Sementara siswa MTs ke Dusun Barat Gunung.
"Yang siswa TK digendong di sekitar sini tapi juga jauh jaraknya. Kalau yang siswa MTs harus melewati bukit jalan kaki," katanya.
Dia menambahkan, sebagian masyarakat sengaja menitip sepeda motor di rumah tetangga di luar akses longsor. Lalu, mereka berjalan kaki melewati longsoran baru mengambil sepeda motor untuk beraktivitas.
Selain akses pendidikan, 40 KK di Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja juga mengalami kesulitan mendapatkan makanan. Mereka harus jalan kaki atau berkendara dengan memutar jalur ke dusun lain dengan jalan terjal untuk bisa membeli bahan makanan.
Kepala Dusun Laok Gunung, Abd. Aziz membenarkan kesulitan para siswa tersebut. "Ada sebagian yang tetap diantar tapi jaraknya jauh. Untuk ke sekolah perkiraan setengah jam lebih," katanya.
Aziz mengungkapkan, area yang terdampak longsor makin meluas pada Sabtu (17/1/2026) ini. Akibatnya, masyarakat khawatir rumah mereka yang di sekitar lokasi juga akan terdampak.
Sebelumnya, BPBD Pamekasan mencatat panjang longsor mencapai 50 meter dengan lebar 40 meter. Namun, kondisi tanah masih bergerak sehingga rawan melebar.
"Kami berharap warga tetap waspada. Kami tetap siaga dan proses kajian cepat menangani longsor," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan, Achmad Zainullah. (*)
Next News

Prediksi Musim Hujan Indonesia 2026: Tanggal Akhir Musim Hujan dan Dampaknya
in an hour

MPJ Regional Madura Raya Wilayah Sampang Gelar Ngopi Bareng
10 hours ago

Perantau Sumenep Pulang Lebih Awal, Hindari Kepadatan Arus Mudik Lebaran
13 hours ago

Pemkab Siapkan Bus Gratis untuk Pemudik Tujuan Bangkalan, Kouta Dibatasi 200 Orang
a day ago

KPK Naikkan Status Perkara OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Penyidikan
a day ago

Terima 300 Drum Aspal dari Pemprov Jatim, Bupati Sampang Akan Prioritaskan Akses Jalan Pesantren
a day ago

Konflik Meluas, Warga Sampang di Timur Tengah Diminta Segera Merapat ke Kedutaan
a day ago

Soroti Video Asusila Remaja, Mahfud: Perbuatan Tidak Terpuji, Pantas Diberi Hukuman
a day ago

Pemuda Ditemukan Tergeletak di Bawah Jembatan JLS Sampang
a day ago

AJI Indonesia Perkuat Kapasitas Jurnalis di Jawa Timur Hadapi Manipulasi Informasi Digital
a day ago





