Langgar Aturan, Satpol PP Sampang Copot Paksa Baliho Liar dan Kedaluwarsa
Ach. Mukrim - Thursday, 09 April 2026 | 06:39 AM


salsabilafm.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang kembali menggencarkan operasi penertiban tata ruang kota. Dalam operasi kali ini, petugas menyisir dan mencopot paksa sejumlah baliho serta spanduk yang masa izin tayangnya telah habis namun tak kunjung diturunkan oleh pemiliknya.
Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Sampang, Suharto, mengungkapkan, tindakan tegas ini diambil lantaran para pemasang reklame mengabaikan batas waktu izin yang telah ditentukan. Meskipun masa tayang sudah kedaluwarsa, pihak pemilik tidak melakukan penurunan secara mandiri.
"Kami mendapat instruksi langsung dari pimpinan untuk segera melakukan pengamanan dan penertiban baliho serta baner liar ini. Kegiatan penyisiran sebenarnya sudah mulai kami lakukan sejak kemarin," ujar Suharto saat memimpin operasi di persimpangan lampu merah Barisan, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kamis (9/4/2026).
Dia menjelaskan, dalam operasi yang berlangsung hari ini, tim Satpol PP memfokuskan penyisiran di tiga titik vital, yakni area Persimpangan Barisan, kawasan Monumen Trunojoyo, serta sejumlah ruas jalan protokol lainnya di pusat kota Sampang.
Dia menegaskan, sasaran penertiban tidak hanya menyasar reklame yang habis masa tayangnya. Petugas juga menindak tegas baliho yang penempatannya melanggar aturan estetika dan membahayakan pengguna jalan.
"Ada sebagian baliho yang sebenarnya izinnya masih berlanjut, namun karena penempatannya serampangan dan tidak sesuai peruntukan, tetap kami tertibkan. Begitu juga dengan spanduk yang dipasang melintang di atas jalan raya karena sangat membahayakan dan mengganggu estetika," terangnya.
Menurut dia, banyak material reklame berukuran besar yang harus dievakuasi, Satpol PP Sampang menerjunkan sedikitnya 12 personel gabungan dalam operasi ini. Pengerahan personel dalam jumlah cukup banyak ini dilakukan untuk mengantisipasi kendala fisik saat proses penurunan baliho raksasa.
"Kami khawatir terdapat baliho dengan ukuran raksasa yang membutuhkan banyak tenaga saat pencopotan. Kalau anggota sedikit, secara fisik kami tidak akan mampu," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Kecelakaan Beruntun di Sampang, Truk Box dan Minibus Masuk Sawah
a day ago

BIAS di Sampang Diperpanjang hingga September, Cakupan Imunisasi Masih Rendah
a day ago

Air PDAM Sampang Asin dan Berbau Sejak 2023, Hampir 1.000 Pelanggan Terdampak
2 days ago

Komisi III DPRD Sampang Minta Pokir PJU Rp15 Miliar Dikaji Ulang, Ini Alasannya
2 days ago

Antisipasi Pungli, Dispendukcapil Sampang Imbau Warga Urus KTP Hilang Tanpa Calo
2 days ago

Sanggar Tari di Sampang Belum Dapat Dana Hibah, Pemkab: Terkendala Fiskal
2 days ago

Berawal dari Kreativitas Pemuda, TFC Siap Gelar Pagelaran ke-6 untuk Lestarikan Budaya Nusantara
2 days ago

Maulid Nabi 2026 Ditetapkan Sebagai Libur Nasional, Cek Jadwal Lengkapnya
2 days ago

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air Bersih
2 days ago

Ratusan Relawan Madura Akan Berangkat ke Jakarta Bela Program Prabowo
3 days ago


