KSOP Kalianget Sumenep Perpanjang Larangan Berlayar Akibat Gelombang Tinggi
Redaksi - Wednesday, 14 January 2026 | 07:47 AM


salsabilafm.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget memperpanjang larangan berlayar dari Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Larangan itu berlaku mulai 13 hingga 16 Januari 2026. Penyebabnya karena cuaca buruk masih berpotensi terjadi di perairan setempat.
Perpanjangan larangan berlayar itu tertuang dalam Pengumuman Nomor PG-KSOP.Klg 1 Tahun 2026 tentang Peringatan Cuaca Buruk di Perairan Kalianget dan Sekitarnya.
Pengumuman itu merupakan kelanjutan dari Surat Edaran KSOP Kalianget, yang sebelumnya menghentikan sementara seluruh aktivitas pelayaran sejak 10 hingga 13 Januari 2026.
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, mengatakan, larangan berlayar diperpanjang demi keselamatan pelayaran. "Kami keluarkan pengumuman larangan pelayaran karena kondisi cuaca masih belum aman," kata Anas, Rabu (14/1/2026).
Keputusan itu mengacu pada prakiraan cuaca maritim dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya. Dalam prakiraan itu, disebutkan adanya potensi kenaikan tinggi gelombang dan angin kencang di sejumlah perairan Jawa Timur, termasuk wilayah perairan sekitar Sumenep, hingga 16 Januari 2026.
"Jadi dasarnya, BMKG memprediksi gelombang dan angin masih berpotensi meningkat," terang Anas.
KSOP Kalianget meminta semua pemilik kapal, operator kapal, dan nakhoda untuk menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca dinilai aman. Selain itu, pihak kapal diminta rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, serta memantau kondisi cuaca sebelum dan selama pelayaran.
"Kami wajibkan nakhoda memantau cuaca, terutama menjelang keberangkatan," jelas dia
Meski ada pengumuman penundaan pelayaran, KSOP Kalianget tetap membuka ruang bagi pihak kapal untuk melakukan kajian kondisi riil di lapangan.
Sebab, menurut Anas, tidak semua kapal memiliki kemampuan yang sama dalam menghadapi gelombang. "Untuk gelombang sekitar 1,5 meter misalnya, nelayan kami imbau tidak melaut dulu," katanya.
Namun, untuk kapal dengan ukuran besar, dinilai masih memungkinkan berlayar dengan pengawasan ketat. "Kapal di atas 2.000 GT secara teknis masih mampu, tetapi tetap harus berkoordinasi dengan KSOP," sebut dia.
KSOP Kalianget menegaskan, keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama. Sebabnya, setiap rencana pelayaran selama masa larangan, harus melalui koordinasi dan pertimbangan matang.
"Kalau analisa di lapangan dinilai aman, dicek lagi, keselamatan tetap yang utama," pungkasnya. (*)
Next News

Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik S Deyang Terkait Dugaan Korupsi MBG
5 hours ago

Sebut Nahdliyin Ada di Semua Partai, Prabowo Presiden: Belajar Politik dari NU
a day ago

Prabowo: NU Organisasi Agamis, Nasionalis, dan Selalu Jadi Penjaga Stabilitas Bangsa
a day ago

Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh tapi Rakyat Miskin Tambah: Ini Aneh, Anomali!
a day ago

Hujan Saat Kemarau Bulan Juni, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Jatim
a day ago

NU Tegaskan Dukungan kepada Presiden Selama Berpihak pada Kebaikan dan Rakyat
a day ago

Munas dan Konbes NU 2026 Ditutup di Bangkalan, Gus Yahya Tegaskan Komitmen NU untuk Bangsa
a day ago

Kunjungi Sampang, Prabowo Presiden Disambut Hangat Warga Madura
a day ago

Aset Tambang NU Dipastikan Milik Organisasi 100 Persen, Hasilnya untuk Kemaslahatan Umat
a day ago

PAD Persampahan di Sampang Capai 43 Persen, Target Rp600 Juta Bakal Terealisasi
a day ago





