HGN 2025, PGRI Sampang Fokus Peningkatan Mutu dan Profesionalisme Guru
Ach. Mukrim - Tuesday, 25 November 2025 | 06:33 PM


salsabilafm.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sampang menegaskan bahwa peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 menjadi titik tolak krusial untuk kembali memfokuskan energi pada peningkatan kualitas dan profesionalisme para pendidik.
Ketua PGRI Kabupaten Sampang, Muzakki, optimis terhadap kemampuan organisasi dan para guru di Sampang untuk terus beradaptasi dan meningkatkan mutu pendidikan.
“HGN 2025 ini menjadi penegasan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas demi mendukung pendidikan yang lebih baik di Sampang,” katanya, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, peningkatan mutu guru secara berkelanjutan adalah kunci utama dalam mencetak generasi emas di masa depan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memajukan pendidikan sebagai solusi fundamental terhadap berbagai persoalan di Sampang.
Selain fokus pada mutu, PGRI Sampang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dia mengaku telah melakukan berbagai kegiatan, termasuk webinar tentang pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) dan transformasi digital dalam pembelajaran.
“Hal ini menunjukkan kesiapan para guru di Sampang untuk menyongsong era pendidikan modern,” ucap Muzakki.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, menegaskan, peran guru wali menjadi ujung tombak pembinaan karakter di tengah derasnya perkembangan teknologi.
“Guru wali menjadi figur penting dalam menjaga stabilitas moral siswa, karena mereka berinteraksi langsung setiap hari,” katanya.
Menurut dia, meski kondisi moral pelajar masih tergolong aman, tantangan digital tetap membutuhkan langkah pengawasan yang serius. Mas’udi menandaskan, sinergi antara sekolah dan keluarga wajib diperkuat karena sebagian besar aktivitas anak berlangsung di rumah.
“Di era media sosial, keluarga memiliki peran besar dalam menyaring informasi yang masuk,” sebutnya.
Dia menegaskan, pengawasan orang tua menjadi benteng utama agar nilai moral siswa tidak tergerus oleh konten digital yang tidak mendidik. “Komunikasi antara guru dan orang tua dinilai sangat krusial,” pungkas Mas’udi. (Mukrim)
Next News

Gubernur Jatim Terbitkan Nomor Register 8 Raperda Strategis Sampang
14 hours ago

Sampang Baru Punya 2 Warisan Budaya Tak Benda, Ini Kendalanya
14 hours ago

Anggaran Berkurang, Dinsos Sampang Atur Ulang Skema Penyaluran BLT DBHCHT 2026
14 hours ago

Viral Video Jukir Adu Jotos di Alun-alun Bangkalan, Kadishub: Karena Masalah Pribadi
14 hours ago

Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Terus Bertambah
14 hours ago

Laga Putra Jaya vs Perseta 1970 Diwarnai Aksi Tendangan Kungfu, Sanksi Berat Menanti
14 hours ago

Polisi Dalami Kasus Hilangnya Hand Traktor di Disperta KP Sampang
14 hours ago

Sidang Nadiem Makarim, Hakim Tegur 3 Anggota TNI
16 hours ago

Bencana di Pamekasan Didominasi Cuaca Ekstrem dan Kekeringan Sepanjang 2025
16 hours ago

Demokrat Dukung Usulan Pilkada Lewat DPRD, Minta Dibahas Terbuka
20 hours ago





